Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal.
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal.

Pelaku Penganiayaan Wartawan Terancam Lima Tahun Penjara

Nasional kekerasan terhadap wartawan
Arga sumantri, Muhammad Syahrul Ramadhan • 22 Februari 2019 23:01
Jakarta: Pihak kepolisian menindaklanjuti laporan jurnalis detikcom, Satria Kusuma yang mengalami kekerasan saaat meliput acara malam munajat 212. Kekerasan dilakukan oleh Laskar Pemuda Indonesia (LPI).
 
Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Purwadi mengatakan telah menerima laporan tersebut. Laporan Satria diterima dengan nomor 358/K/II/2019/ RESTRO JAKPUS, Jumat, 22 Februari 2019.
 
"Perkara yang dilaporkan, Bersama-sama dimuka umum melakukan kekerasan terhadap orang atau barang," kata Purwadi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Purwadi mengatakan saat ini pelaku masih dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian. Atas kejadian tersebut, pelaku bisa dikenakan pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman penjara maksimum lima tahun enam bulan.
 
"Pasal yang dikenakan, Pasal 170 KUHP. Pelaku masih dalam penyelidikan," tutur dia.
 
Wartawan suara.com berinisial W yang menjadi saksi peristiwa menyatakan bahwa Satria dilarang tegas mengambil gambar dan bahkan disuruh menghapus video yang sudah didapat.
 
"Nah satu wartawan, Satria, kebetulan paling dekat dan merekam di lokasi kericuhan. Mungkin orang LPI sadar kalau Satria merekam full. Dia paling dekat kemudian dia paksa Satria untuk hapus rekaman," ucap W ketika dikonfirmasi oleh Tirto.
 
W mengatakan LPI memberikan perlakuan kasar kepada Satria yang telah mengambil gambar. Bukan hanya ancaman dengan hardikan, tetapi juga intimidasi fisik. Massa berkumpul mengelilingi Satria yang sedang diintimidasi.
 
"Sempat ada perlakuan kasar kepada Satria. Dicekik, dicakar, kemudian bajunya ditarik-tarik," ucapnya lagi.
 
Sementara itu Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengutuk aksi kekerasan tersebut. Juru bicara PSI Andy Budiman mendesak polisi menangkap para pelaku. Dia bilang pelaku bisa dijerat dengan pasal penganiayaan serta pasal pada Undang-undang Pokok Pers karena menghalangi kerja wartawan.
 
"PSI mengutuk peristiwa kekerasan itu dan mendesak para pelaku dihukum berat," tegas politikus yang juga mantan jurnalis itu.
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif