Wapres RI Jusuf Kalla saat membuka sidang umum Interpol. Antara Foto/Nyoman Budhiana
Wapres RI Jusuf Kalla saat membuka sidang umum Interpol. Antara Foto/Nyoman Budhiana

4 Tugas dan Fungsi Penting Interpol

Nasional sidang umum interpol
Meilikhah • 08 November 2016 18:23
medcom.id, Jakarta: Hari kedua Sidang Umum ke-85 Interpol menghasilkan beberapa kesepakatan, di antaranya terkait misi dan kerja sama internasional dengan Polri. Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, ada empat fungsi utama organisasi Interpol.
 
Pertama, menyediakan layanan komunikasi secara global. Komunikasi global memungkinkan Kepolisian dari negara-negara anggota untuk bertukar informasi secara cepat dan mudah.
 
"Hal ini membuat otoritas Kepolisian memiliki cara efektif dan efisien untuk berbagi serta mengakses informasi secara cepat dan akurat. Layanan komunikasi tersedia 24 jam tidak terputus," kata Martinus, Selasa (8/11/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fungsi dan tugas utama Interpol kedua ialah menyediakan layanan data operasional serta database Kepolisian. Basis data tersebut, kata dia, berisi berbagai informasi termasuk data buronan internasional (DPO), data pelaku kejahatan internasional, data dokumen perjalanan yang dicuri atau hilang, data kendaraan yang dicuri, data benda seni/benda berharga yang dicuri, data kapal yang dicuri, data terorisme, data sidik jari, dan data DNA.
 
"Sistem Interpol menyediakan perangkat pelayanan data operasional dan basis data Kepolisian yang mencakup e-ASF (electronic automatic search facility), I- Batch, MIND/FIND (Mobile/Fixed Interpol Network Database), I-Checkit," katanya.
 
Fungsi ketiga, Interpol menyediakan layanan dukungan operasional Kepolisian. Seperti, operasi penanggulangan terorisme, operasi terorisme dan kejahatan transnasional, operasi penanggulangan perdagangan manusia, operasi penanggulangan obat-obatan ilegal, dan operasi penanggulangan narkoba.
 
"Interpol juga melaksanakan program Integrated Border Management untuk mendeteksi pelaku kejahatan di wilayah perbatasan, CBRNE atau program pencegahan bioterorisme, dan membangun pusat-pusat pelayanan untuk mengakomodasi permintaan bantuan darurat dari negara anggota," jelasnya.
 
Fungsi terakhir, tambah Martinus, adalah pengembangan kapasitas dan pelatihan. Interpol membantu negara-negara anggota untuk membangun dan meningkatkan kemampuan dalam tindakan Kepolisian dan penegakan hukum.
 
"Program pelatihan bertujuan untuk memperkuat dan mendidik lembaga penegak hukum atas isu-isu tertentu. Seperti pelatihan dan penanganan kejahatan transnasional, pelatihan dan pengembangan teknologi investigasi, dan pelatihan dan pengembangan personil NCB," tutupnya.
 

(TRK)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif