Suasana pemeriksaan saksi dalam sidang kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Medcom.id/Yurike Budiman
Suasana pemeriksaan saksi dalam sidang kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Medcom.id/Yurike Budiman

Saksi Mengaku Hampir Ditabrak Penyerang Novel

Nasional novel baswedan
Yurike Budiman • 12 Mei 2020 20:03
Jakarta: Martini, 69, saksi dalam kasus sidang kasus penyiraman air keras kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, mengaku hampir ditabrak dua penyerang Novel dengan menggunakan sepeda motor. Dia mendengar suara teriakan Allahuakbar dari arah belakang sebelum motor tersebut melaju ke arahnya.
 
"Ada motor lewat hampir nabrak, dari belakang arahnya," kata Martini saat bersaksi dalam sidang kasus penyiraman air keras kepada Novel di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa, 12 Mei 2020.
 
Martini tidak mengetahui ciri-ciri pelaku yang hampir menabraknya dan berteriak Allahuakbar tersebut. Pasalnya, motor tersebut melaju dengan kecepatan tinggi. Dia saat itu juga tidak tahu Novel ternyata baru disiram dengan air keras oleh orang tak dikenal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dia naik motor berdua. Pakai motor apa dan baju apa saya enggak perhatikan, karena masih gelap kan itu, habis Salat Subuh," kata Martini.
 
Martini menjelaskan pada saat terjadi peristiwa penyiraman air keras tersebut, Dia bersama rekannya, Sumarni, hendak pulang ke rumah masing-masing usai menunaikan Salat Subuh berjemaah di Masjid Al-Ihsan, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dia kemudian mendengar suara teriakan AllahuAkbar dibarengi dengan pecahan cangkir dari belakang.
 
Martini pun tak memedulikan suara itu dan terus berjalan. Dia mengira sumber suara dari pertengkaran antara suami-istri. "Saya langsung jalan terus, saya takutnya itu dia yang orang stres," ujar dia.
 
Baca: Saksi Novel Bantah BAP Terkait Pengeroyokan
 
Novel disiram air keras sepulang dari Masjid Al-Ihsan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 11 April 2017. Novel dilarikan ke Singapura untuk menjalani operasi mata sejak 12 April 2017.
 
Tim teknis yang mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Novel menangkap Ronny dan Rahmat di Cimanggis, Depok, Jawa Barat pada Kamis, 26 Desember 2019. Keduanya merupakan polisi aktif dari kesatuan Brimob.
 
Kasus ini sudah sampai di pengadilan. Ronny dan Rahmat didakwa melakukan penganiyaan berat kepada Novel secara bersama-sama dan direncanakan. Perbuatan itu berupa menyiramkan cairan asam sulfat (H2SO4) ke badan dan muka Novel.
 
Perbuatan Rahmat dan Ronny membuat Novel mengalami luka berat. Novel mengalami penyakit atau halangan dalam menjalankan pekerjaan, kerusakan pada selaput bening (kornea) mata kanan dan kiri. Luka itu berpotensi menyebabkan kebutaan atau hilangnya panca indera penglihatan.
 
Ronny dan Rahmat didakwa melanggar Pasal 355 ayat (1) atau 353 ayat (2) atau 351 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif