Roy Suryo. Foto: MI
Roy Suryo. Foto: MI

Roy Suryo Ditahan Kasus Meme Stupa

Media Indonesia.com • 05 Agustus 2022 22:12
Jakarta: Polisi memutuskan menahan Roy Suryo. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu sudah menyandang status tersangka pada kasus meme stupa candi Borobudur yang diubah mirip Presiden Joko Widodo (Jokowi).
 
"Penyidik memutuskan mulai malam ini terhadap saudara Roy Suryo sebagai tersangka kasus ujaran kebencian, ini mulai malam ini dilakukan penahanan," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan, Jumat, 5 Agustus 2022.
 
Roy ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka sekitar delapan jam. Penyidik punya alasan khusus dalam memutuskan menahan Roy Suryo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hal ini dilakukan karena ada khawatir dari penyidik menghilangkan barang bukti dan sebagainya sebagaimana tertuang dalam Pasal 21 Ayat 1 KUHAP," jelas Zulpan.
 
Roy ditahan di Rutan Polda Metro Jaya selama 20 hari ke depan. Pihak kepolisian juga menyita beberapa barang bukti, seperti akun Twitter dan telepon genggam milik Roy.
 

Baca: Jadi Tersangka Penista Agama, Pelapor Pertanyakan Roy Suryo Belum Ditahan


Pada pemeriksaan Kamis, 28 Juli 2022, Roy tidak ditahan karena kepolisian mempertimbangkan kesehatan. Ketika itu, Roy keluar dari ruang penyidik dengan mengenakan penyangga di leher.
 
Tak lama berselang, Roy Suryo ramai jadi perbincangan warganet lantaran kedapatan menghadiri sebuah acara klub mobil Mercedes Benz. Padahal, ketika itu ia tengah menyandang status tersangka dan mengaku sakit.
 
"Namun demikian mohon maaf jika kehadiran singkat saya di Acara MBSL hari Minggu kemarin menjadi tidak berkenan bagi pihak-pihak tertentu, terutama Kepolisian karena saya masih dalam status tersangka," ujar Roy dalam keterangannya, Rabu, 3 Agustus 2022.
 
Roy Suryo dilaporkan atas ujaran kebencian berdasarkan SARA dan/atau penistaan agama Buddha sebagimana dimaksud Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan/atau Pasal 156a KUHP dan juga Pasal 15 UU No 1 Tahun 1946.
 
(Khoerun Nadif Rahmat)
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif