Sejumlah korban mengadu ke  Crisis Center Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis 24 Agustus 2017. Foto: Metrotvnews.com/Lukman
Sejumlah korban mengadu ke Crisis Center Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis 24 Agustus 2017. Foto: Metrotvnews.com/Lukman

Korban First Travel: Tunggu Pengadilan Akhirat

Lukman Diah Sari • 24 Agustus 2017 14:36
medcom.id, Jakarta: Lebih dari 50 ribu orang menjadi korban First Travel. Hingga kini, nasib mereka belum jelas, apakah bisa berangkat ke rumah Allah atau tidak. Kekhawatiran bertambah karena uang mereka pun belum tentu kembali.
 
Rusmala Dewi, 54, korban First Travel, sudah pasrah. Ditemui di Crisis Center Bareskrim Polri, Rusmala hanya ingin berangkat umrah. Kalaupun nasib berkata lain, dia berharap pemilik First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari Hasibuan, yang sudah menjadi tersangka mendapatkan hukuman setimpal di pengadilan akhirat.
 
"Allah tidak tidur dan tidak tuli. Allah maha mengetahui. Kita sudah niat ibadah, mereka yang berbuat seperti ini. Nanti kita tagih di akhirat. Kalau saya itu saja," kata Rusmala kepada Metrotvnews.com, di Bareskrim Polri, KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis 24 Agustus 2017.

Awalnya, Rusmala ingin beribadah bersama adik, kakak, dan tiga temannya. Semua mendaftar melalui First Travel. Bagi dia, ini adalah perjalanan umrah keduanya.
 
Ia bercerita, pada perjalanan pertamanya 2015 lalu, First Travel memberikan pelayanan yang baik. Namun, begitu mendaftar untuk bisa pergi kedua kalinya, berbagai kejanggalan hadir. Janji manis terus terlontar tanpa ada realisasi.
 
"Adik saya sampai sakit dan stres. Malu. Setiap hari menangis dan tertekan karena selalu ditanya tetangga. Kapan berangkat?" cerita Rusmala.
 
Baca: Mengintip 'Istana' Bergaya Eropa Klasik Milik Bos First Travel
 
Perempuan asal Cipinang, Jakarta Timur, ini mengatakan, saudara dan teman-temannya sudah mengajukan refund saat ada gonjang-ganjing pada Februari 2017. Rusmala justru penasaran. Ia tetap ingin berangkat dan malah menambah dana Rp2,5 juta seperti yang diminta pihak First Travel. Alasannya, agar bisa berangkat lebih cepat.
 
"Sampai hari ini, uang refund belum cair. Janji akan memberangkatkan umrah dalam kurun 90 hari pun tak dipenuhi," ujar dia.
 
Rusmala beserta kerabat dan temannya mendaftar paket umrah Rp14.300.000 pada Desember 2015. Adik dan kakaknya telah lama mengumpulkan uang untuk bisa berangkat ke Tanah Suci. Dewi pun mengandalkan penghasilan sebagai guru mengaji untuk bisa berangkat umrah.
 
Rusmala tetap berharap bisa berangkat umrah. Dia juga meminta uang saudara dan temannya dikembalikan. "Aset mereka kan banyak. Mereka harus tanggung jawab. Apalagi kita sudah menunggu hampir dua tahun," katanya.
 

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UWA)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>