Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto menunjukkan barang bukti ponsel ilegal hasil rakitan. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto menunjukkan barang bukti ponsel ilegal hasil rakitan. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman.

Omzet Pabrik Ponsel Ilegal di Penjaringan Capai Rp12 Miliar

Nasional Ponsel Black Market
Yurike Budiman • 04 Desember 2019 06:43
Jakarta: Pabrik handphone ilegal yang diungkap Satreskrim Polres Jakarta Utara telah beroperasi sejak dua tahun belakangan ini. Pabrik yang berlokasi di kawasan Ruko Toho, Penjaringan, Jakarta Utara, ini sudah memiliki omzet hingga Rp12 miliar.
 
"Kurang lebih melakukan perakitan dua tahun, jadi omzet yang sudah diraup sampai selama melakukan perakitan kurang lebih Rp12 miliar," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto di lokasi, Penjaringan, Selasa, 3 Desember 2019.
 
Pabrik yang mempekerjakan 29 pegawai ini mampu memproduksi 200 unit ponsel setiap hari. Budhi menuturkan, ada 70 jenis handphone yang diproduksi dengan komponen dari Tiongkok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami temukan unit handphone yang sudah ter-packing dari berbagai merek yang di antaranya brand ternama yaitu Samsung, dengan total gabungan keseluruhan sebanyak 18.172 handphone," papar Budhi.
 
Penjualan handphone ini diduga sudah beredar di seluruh Indonesia. Pasalnya, pelaku menjual secara online. Tersangka NG menjual handphone rakitan pabriknya dengan harga bekisar Rp500ribu hingga Rp 1 juta per satu handphone.
 
"Mereka cukup banyak produksi handphone ini. Kalau kita lihat, dengan harga yang cukup murah, kemudian spesifikasi yang cukup tinggi untuk handphone yang murah, jadi banyak peminat sehingga memasarkannya mereka tidak kesulitan," jelas Budhi.
 
Tersangka NG dijerat beberapa pasal, yaitu Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, pasal 32 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, serta Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif