Penyuap Patrialis Akbar Ajukan Peninjauan Kembali
Eks Hakim MK Patrialis Akbar/MI/Ramdani
Jakarta: Terpidana kasus suap Hakim Mahmamah Konstitusi Patrialis Akbar, Ng Fenny mengajukan permohonan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA). Fenny sebelumnya divonis lima tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Pengacara Fenny, Arman Hanis, mengklaim memiliki sejumlah alasan mengajukan PK. Salah satunya, putusan hakim dinilai tidak mempertimbangkan keterangan saksi fakta dan ahli yang dalam persidangan.

"Dari saksi ahli itu menyebutkan bahwa peran Fenny adalah pasif, adalah menjalankan perintah atau hanya menemani Pak Basuki Hariman, tidak ada niat dari BU Fenny untuk memberikan sesuatu kepada Pak Patrialis," ungkap Arman di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Agustus 2018.


Fenny bersama atasannya, Basuki Hariman, divonis bersalah telah menyuap Patrialis Akbar. Mereka memberikan suap US$50 ribu kepada orang kepercayaan Patrialis, Kamaludin.

Dari jumlah tersebut, Patrialis menerima US$10 ribu. Uang sebagai pemulus agar Patrialis memenangkan gugatan Nomor 129/PUU-XIII/2015 terkait uji materi atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Basuki dalam perkara ini dihukum tujuh tahun penjara. Ia juga diwajibkan membayar denda Rp400 juta subsider tiga bulan kurungan.

Sedangkan Fenny divonis lima tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider dua bulan kurungan. Vonis majelis hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa, 11 tahun penjara kepada Basuki dan 10 tahun dan 6 bulan kepada Ng Fenny.

Patrialis sebagai penerima suap divonis delapan tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider tiga bulan kurungan. Ia juga diwajibkan membayar uang pengganti US$10 ribu dan Rp4.043.000 atau sama dengan jumlah suap yang ia terima.



(OJE)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id