Jaksa Cecar Charles Soal Pertemuan dengan Setya Novanto
Mantan Ketua Komisi II DPR, Chairuman Harahap (kemeja putih) bersaksi saat sidang lanjutan dugaan korupsi pengadaan e-KTP dengan terdakwa Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan Made Oka Masagung di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (7/8/2018). Foto: MI/Adam D
Jakarta: Eks Country Manager PT HP Enterprise Services, Charles Sutanto Ekapraja, dicecar jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pertemuannya dengan mantan Ketua DPR Setya Novanto. Charles diketahui sempat beberapa kali bertemu dengan Novanto untuk membahas proyek KTP elektronik (KTP-el).

Awalnya, jaksa mengonfirmasi soal sejumlah pertemuan Charles dengan Novanto dalam sidang lanjutan dengan terdakwa Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung. Jaksa juga mempertanyakan apakah pertemuan itu membicarakan proyek KTP-el.

"Berapa kali ketemu Setya Novanto? Apa disampaikan juga HP (PT HP Enterprise Services) bisa mendukung proyek KTP-el?" tanya jaksa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Agustus 2018.


Charles lantas menjawab, ia sempat beberapa kali mengikuti pertemuan. Pertemuan pertama dilakukan di rumah Novanto yang juga dihadiri oleh Made Oka.

"Diperkenalkan saya ke Pak Novanto, kemudian ditanya HP itu apa. Kita ini kedatangan L1, kita bagian HP mengerjakan pencatatan, data kemudian ya enggak lama, terus seingat saya Pak Nov (Setya Novanto) sama Pak Oka (Made Oka Masagung) ke ruangan lain," ungkap Charles.

Setelah itu, jaksa kembali mencecar soal pertemuan selanjutnya. Charles mengaku pertemuan kedua dilakukan di Gedung DPR, namun ia tidak mengingat persis siapa saja yang hadir dalam pertemuan itu.

"Banyak orang, saya enggak ingat. Cuma makan siang," ucapnya.

Jaksa lantas mengonfirmasi apakah ada pertemuan selanjutnya setelah pertemuan di gedung DPR itu.

"Ada pertemuan ketiga?" tanya jaksa.

Charles menjawab, ia awalnya dihubungi oleh Made Oka. Ia diminta untuk menemui Novanto untuk membicarakan masalah KTP-el.

"Disuruh ke Pak Nov. Dalam pertemuan itu, saya ditanya harga, cost per kartu. Berdasarkan referensi yang saya dapat di Amerika, (harganya) USD2 per kartu. Dia tanya, bisa enggak pakai chip dari China? Saya bilang tidak tahu kan harus ada standardisasi," tutur dia.

Jaksa lalu mempertanyakan, apakah dalam pertemuan itu Irvanto turut hadir? Namun, Charles mengaku tak mengingat persis soal kehadiran mantan direktur utama PT Murakabi Sejahtera itu.

Jaksa juga mempertanyakan ihwal pertanyaan Novanto apakah KTP-el bisa menggunakan chip dari China. Menurut dia, hal itu bisa saja untuk menekan biaya produksi.

"Secara spesifik saya enggak tahu. Bisa jadi untuk menekan biaya," jawab dia.





(UWA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id