Miras Oplosan di Cengkareng Diedarkan Usai Lebaran

Dian Ihsan Siregar 27 Juni 2018 12:48 WIB
miras oplosan
Miras Oplosan di Cengkareng Diedarkan Usai Lebaran
Miras oplosan ilustrasi - Medcom.id.
Jakarta: Kapolsek Cengkareng Kompol Khoiri mengungkapkan proses pembuatan dan pengedaran minuman keras (miras) oplosan di Cengkareng, Jakarta Barat sangat cepat. Proses pembuatan hanya dua hingga tiga hari. 

"Informasi yang saya dapat, proses perakitan (pembuatan) sampai pengedaran dari 22-24 Juni. Prosesnya cepat karena setelah Lebaran," ucap Khoiri kepada Medcom.id, Rabu, 27 Juni 2018.

Khoiri menambahkan, dari keterangan saksi, bentuk dan rasa minuman berupa ‎ginseng. Namun, karena ada kesalahan meramu, minuman itu membikin tujuh sampai delapan orang tewas. 


Miras oplosan itu dijual seharga Rp15-25 ribu dalam satu kemasan plastik. Pelaku menjual miras oplosan hanya dari kamar indekos.

"Jadi, tidak banyak orang yang mencurigai tempat tersebut," tutur dia.

Dalam penggerebekan polisi menyita alkohol, teh, gula pasir, dan air putih. 

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Barat menangkap Sari alias SR,57, Senin, 25 Juni 2018. Dia ditangkap lantaran menjual miras oplosan. Miras oplosan yang dijual Sari menyebabkan korban meninggal. 

Sari memproduksi minuman keras sendiri. Dia membuatnya menggunakan bahan kimia yang dia beli di sekitar Gunung Sahari, Jakarta Barat, dengan dalih untuk membuat parfum. 





(REN)