Korban Bom Thamrin dan Kampung Melayu Dapat Ganti Rugi
Ledakan di Sarinah----Istimewa
Jakarta: Korban bom bunuh diri di Jalan MH Thamrin dan Kampung Melayu akan mendapat ganti rugi setelah Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan memvonis mati Aman Abdurrahman. Total dana yang akan diberikan kepada sejumlah korban sekitar Rp1 Miliar. 

"Mengajukan sebagaian permohonan saksi dan korban dari hasil kejahatan terdakwa yaitu Bom Sarinah, Thamrin, dan Kampung Melayu, dengan total Rp1.017.107.363," kata Hakim Ketua Akhmad Jaini di ruang sidang utama PN Jakarta Selatan, Jumat, 22 Juni 2018.

Akhmad menjelaskan, biaya ganti rugi tersebut akan dibebankan kepada Negara melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Uang tersebut untuk biaya perawatan para korban.


PN Jakarta Selatan menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap Aman Abdurrahman. Aman disebut terbukti terlibat sebagai otak bom bunuh diri di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada 2016 lalu.

"Menyatakan Aman Abdurrahman atau Abu Sulaiman telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana terorisme. Pidana terhadap terdakwa dengan hukuman mati dengan barang bukti dari nomor 1 sampai 11," kata hakim ketua, Akhmad Jaini di ruang sidang utama.

Putusan hakim pada sidang hari ini tidak berbeda dengan tuntutan yang diajukan Jaksa penuntut umum (JPU) pada sidang Jumat, 18 Mei 2018.

Dalam dakwaan primer, Aman dituduh melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6 subsider Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Dalam dakwaan sekunder, Aman dikenakan Pasal 14 juncto Pasal 7 subsider Pasal 15 juncto Pasal 7 UU Terorisme tahun 2003.



(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id