Bupati Ngada Diduga Terima Rp4,1 Miliar

Sunnaholomi Halakrispen 12 Februari 2018 12:46 WIB
ott kpk
Bupati Ngada Diduga Terima Rp4,1 Miliar
Bupati Ngada Marianus Sae - MI/Palce Amalo.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Ngada Marianus Sae (MSA) sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada. Marianus diduga menerima suap Rp4,1 miliar. 

"Total uang baik yang ditransfer maupun diserahkan cash oleh WIU kepada MSA sekitar Rp4,1 miliar," ucap Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam konfrensi pers, Senin, 12 Februari 2018. 

Basaria menuturkan Wihelmus Iwan Ulumbu (WIU) yang merupakan Direktur Utama PT Sinar 99 Permai diduga memberikan suap sebanyak empat kali. Pemberian uang baik tunai maupun transfer. 


Uang pertama kali diberikan ke Marianus pada November 2017. Pemberian uang secara tunai sejumlah Rp1,5 miliar.  

Selanjutnya, Basaria menuturkan Wilhemus membuka rekening atas namanya pada Desember 2017. Selanjutnya, ATM diisi uang Rp2 miliar dan diserahkan kepada Marianus. 

(Baca juga: Kekayaan Bakal Cagub NTT yang Kena OTT Capai Rp33,77 M)

Sementara, pemberian suap ketiga dan keempat dilakukan di rumah bakal calon Gubernur yang didukung PDIP dan PKB itu. "Pada 16 Januari 2018 diberikan cash di rumah Bupati Rp400 juta. Pada 6 Februari 2018 diberikan cash di rumah Bupati Rp200 juta," kata Basaria.

Basaria melanjutkan pemberian uang terkait fee proyek yang dikerjakan oleh perusahaan Wilhemus. Perusahaan pria asal Bajawa itu sudah mengerjakan proyek sejak 2011. 

Terkait itu, Wilhemus juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Marianus selaku penerima dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. 

Sementara sebagai pemberi suap Wilhemus dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. 

(Baca juga: PDI Perjuangan Cabut Dukungan untuk Marianus Sae)





(REN)