Jaksa Kesulitan Hadirkan Saksi Kasus ABU Tours
Bos ABU Tours Hamzah Mamba (kiri) berdiskusi dengan penasihat hukum dalam persidangan. Medcom.id/Andi Aan Pranata
Makassar: Sidang kesebelas kasus penipuan, penggelapan, dan pencucian uang jemaah dengan terdakwa bos perusahaan travel umrah ABU Tours Hamzah Mamba digelar di Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 21 November 2018. Dalam sidang tersebut majelis hakim kembali mendengarkan keterangan saksi dari jaksa penuntut umum.

Kali ini jaksa hanya menghadirkan satu saksi bernama Ridwan, mantan manajer HRD Abu Tours. Ridwan menceritakan pengalamannya bekerja sejak Juli tahun 2017, bertugas mengontrol karyawan dan aset perusahaan.

Jaksa awalnya berencana menghadirkan beberapa saksi lain bersamaan. Namun, saksi lain urung hadir. Setidaknya terdapat 89 saksi ditambah tiga saksi ahli.


"Saya tidak ingat pasti jumlahnya (yang akan dihadirkan). Ada yang kita datangi tapi tidak ada di tempat, ada yang sakit, ada juga yang nomor kontaknya tidak bisa dihubungi. Inilah beberapa kendala kita," kata JPU Wicaksono kepada wartawan usai persidangan.

Sebelum menjelaskan keterangan di depan hakim, Hamka sempat menolak bersumpah. Sejumlah agen dan jemaah ABU Tours yang menyaksikan jalannya sidang pun bersorak karena meragukan pernyataan keterangan yang dia sampaikan.

Namun, menurut jaksa, menolak bersumpah tidak jadi masalah. "Yang bersangkutan mungkin ada hubungan kerjaan dengan terdakwa, jadi tidak ingin memberatkan atau menguntungkan salah satu pihak. Tapi kesaksiannya tetap dilanjutkan untuk jadi alat bukti petunjuk," kata Wicaksono.

Kasus ABU Tours bergulir di pengadilan setelah 96 ribu jemaah umrah dari 16 provinsi gagal berangkat. Hamzah Mamba didakwa bertanggung jawab karena diduga menyelewengkan dana setoran jemaah untuk kepentingan pribadi. Kerugian korban ditengarai total Rp1,2 triliun.

Selain Hamzah, istrinya bernama Nursyariah turut jadi terdakwa. Dua terdakwa lain adalah komisaris ABU Tours Chaeruddin dan mantan manajer keuangan bernama Muhammad Kasim.

Pengacara Hamzah Mamba Kanon Armiyanto mempertanyakan keseriusan jaksa menghadirkan saksi di persidangan. Namun dia enggan mempermasalahkan lebih lanjut. Adapun saksi-saksi yang dihadirkan selama ini dianggap lebih banyak meringankan terdakwa.

"Saya tidak tahu kenapa JPU hanya bisa memanggil satu saksi. Bagi saya tidak masalah, tidak memberatkan," ujarnya.


 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id