Polisi Gagalkan Penyelundupan Satwa Burung dan Kura-kura

Anwar Sadat Guna 19 November 2018 20:30 WIB
penyelundupan hewan
Polisi Gagalkan Penyelundupan Satwa Burung dan Kura-kura
Jajaran Polda Kepri memperlihatkan satwa yang disita dari dua tersangka, di Mapolda Kepri, Kota Batam, Senin, 19 November 2018. Medcom.id/ Anwar Sadat.
Batam: Dua orang berinisial S dan T ditangkap jajaran Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Kepri saat berupaya menyelundupan satwa dilindungi ke Malaysia. Satwa tersebut di antaranya burung kakak tua, burung nuri, dan kura-kura. 

"Satwa-satwa tersebut diangkut menggunakan speed boat oleh dua orang pelaku, yakni nakhoda dan anak buah kapal (ABK). Di atas speed boat, kami berhasil menyita 11 ekor burung dan 51 kura-kura," kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes S Erlangga di Mapolda Kepri, Senin, 19 November 2018.

Erlangga menjelaskan, dua tersangka ditangkap saat berusaha menyelundupkan satwa melalui perairan Sungai Lelai, Botania, Kota Batam, pada Jumat, 16 November 2018,


Erlangga mengatakan, kasus itu terungkap saat tim Polairud Polda Kepri yang melakukan penyelidikan di lokasi memeriksa muatan mobil pick up dan speed boat di perairan Sungai Lelai Botania, Batam.

Polisi yang melakukan pemeriksaan, mendapati puluhan ekor satwa di atas mobil pick-up dan speed boat.

"Saat diperiksa, ditemukan 11 ekor burung, dengan rincian; jenis burung Kakak Tua warna putih sebanyak tujuh ekor, Nuri Bayan Betina bulu merah sebanyak dua ekor, dan Nuri Bayan jantan bulu hijau sebanyak dua ekor. Adapun jumlah satwa kura - kura sebanyak 51 ekor," ungkap Erlangga. 

Terkait pengungkapan kasus tersebut, polisi menangkap dua orang pelaku yakni pria berinisial T dan S. Kedua pelaku, kata Erlangga, berperan membawa dan mengangkut puluhan ekor satwa untuk dibawa keluar dari Pulau Batam.

Dirpolairud Polda Kepri Kombes Pol Benyamin Sapta menambahkan, seluruh satwa langka yang disita selanjutnya dikoordinasikan dengan Kantor Wilayah Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Riau Wilayah II Batam. Hasil koordinasi tersebut, puluhan ekor satwa itu berhasil diidentifikasi. 

"Hasil koordinasi kami dengan KSDA Riau seksi Konservasi Wilayah II Batam, diidentifikasi bahwa satwa-satwa tersebut masuk dalam konservasi dilindungi dan tidak dilindungi. Untuk penyelidikan lebih lanjut, barang bukti dan tersangka dibawa ke Mako Ditpolairud Polda Kepri," ujar Benyamin.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) huruf a, huruf C Undang-Undang RI Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya jo pasal 55 ayat (1) ke - 1 KUHPidana, dengan ancaman penjara 5 tahun kurungan.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id