Festival Labengki dibuka dengan tarian tradisional mondotambe. Foto: Dok/Metro TV
Festival Labengki dibuka dengan tarian tradisional mondotambe. Foto: Dok/Metro TV

Live Event

Tari Mondotambe Buka Festival Labengki 2021

Nasional Pariwisata Festival Labengki
MetroTV • 03 Desember 2021 19:37
Labengki: Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyelenggarakan Festival Labengki dalam rangka memajukan sektor pariwisata dan perekonomian pada Jumat, 3 Desember 2021. Festival Labengki dibuka dengan tarian tradisional mondotambe.
 
Tari mondotambe merupakan tarian khas Suku Tolaki. Mondotambe berasal dari bahasa Tolaki yang berarti penjemputan.
 
Gadis-gadis Suku Tolaki harus menarikan tarian tersebut dengan gemulai dan perasaan yang gembira. Tari mondotambe sebagai simbol penerimaan, penghormatan, penghargaan ketika menerima tamu istimewa yang datang ke Sultra.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tarian ini juga sebagai tanda rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kemudian, juga tanda pengharapan agar para tamu yang berkunjung mendapatkan rahmat dan keselamatan ketika kembali ke tempat asalnya.
 
Selain kebudayaan, festival ini juga memperkenalkan keindahan alam yang ada di Pulau Labengki. Bupati Konawe Utara Ruksamin menyebut labengki memiliki teluk cinta dan juga terdapat pengembangan Kimaboe atau sebuah kerang raksasa.
 
"Kimaboe, sebuah kerang raksasa yang luar biasa tugasnya itu membersihkan laut," ujar Ruksamin dalam tayangan Live Event Festival Labengki 2021 di Metro TV, Jumat, 3 Desember 2021.
 
Ruksamin menyebut Kimaboe termasuk hewan yang dilindungi. Kimaboe dikatakan memiliki berbagai macam motif yang kemudian motif tersebut menginspirasi untuk pembuatan batik.
 
"Ini kita lindungi, yang kemudian dia berbagai macam motif, kita pelajari dan kita jadikan motif untuk batik atau kain tenun," kata Ruksamin.
 
Labengki hingga saat ini sudah memiliki 52 homestay. Ruksamin mengatakan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Labengki akan hidup layaknya masyarakat Bajo.
 
"Tinggal di homestay, pagi disiapkan makanan dari sagu namanya sinole, kita bisa hidup layaknya masyarakat Bajo," ucapnya. (Widya Finola Ifani Putri)
 
(MBM)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif