ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Seluruh Pasar di Jatim Akan Terapkan Sistem Ganjil Genap

Nasional Virus Korona PSBB
Amaluddin • 20 Mei 2020 03:26
Surabaya: Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disprindag) Jawa Timur akan menerapkan pasar ganjil genap di seliruh wilayahnya. Langkah ini dilakukan karena penyebaran covid-19 dari klaster pasar cukup signifikan.
 
"Kami sudah dapat izin dari Ibu Gubernur Jatim (Khofifah Indar Parawansa), untuk menyiapkan penataan operasional pasar seperti pemberlakuan ganjil genap," kata Kepala Disprindag Jatim, Drajat Irawan, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa malam, 19 Mei 2020.
 
Baca: 387 Pasien Covid-19 di Jatim Dinyatakan Sembuh

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Drajat menjelaskan saat ini pihaknya terus melakukan rapat kordinasi dengan Disprindag di kabupaten/kota se-Jatim, untuk mematangkan rencana penataan pasar. Sejauh ini, kata dia, pemerintah daerah menyambut positif terkait rencana tersebut.
 
"Tinggal selanjutnya sosialisasi kepada pedagang pasar. Seperti halnya telah diterapkan di Pasar Klojen Kota Malang, pemberlakuan ganjil genap melibatkan paguyuban pedagang pasar, agar patuh menerapkan protokol covid-19," jelasnya.
 
Genap ganjil yang dimaksud Drajat, bukan berarti satu hari buka kemudian tutup. Ia mencontohkan, di satu pasar ada lima pedagang daging ayam, ini nanti beri nomor. Setiap kios yang mendapatkan nomor ganjil akan buka lebih dulu, kemudian besoknya ganti yang genap dan seterusnya.
 
"Artinya, setiap kartu merepresentasikan komoditas yang ada, dan ini sudah dicoba diterapkan di beberapa pasar di Malang, salah satunya di Malang. ternyata direspons baik dan segera diwujudkan di beberapa pasar lain di Jatim," pungkasnya.
 
Ketua Tim Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, Kohar Hari Santoso, menyebut tingginya penambahan kasus korona di Jatim disumbang dari klaster pasar. Namun Kohar tidak merinci berapa banyak tambahan kasus baru covid-19 dari klaster pasar.
 
Ia mencontohkan klaster Pasar PPI Surabaya, sedikitnya ada 30 orang yang terinfeksi covid-19. Kemudian klaster Pasar Pujon Malang ada sekitar tiga dari 41 orang positif rapid test, lalu tujuh orang di Pasar Bojonegoro positif hasil tes Swab PCR, dan 168 reaktif hasil rapid test, lima orang positif hasil rapid test di Pasar Simo Surabaya, dan lainnya.
 
"Jadi memang klaster pasar penyumbang terbanyak tambahan kasus covid-19, sehingga Disprindag menyiapkan penataan operasional pasar, seperti pemberlakuan ganjil genap," kata Kohar.
 

(DEN)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif