Ilustrasi. (Foto: AFP)
Ilustrasi. (Foto: AFP)

Diduga Kecanduan Gim, Fadli Bunuh Sopir Taksi Daring

Nasional Kecanduan Gawai
Dede Susianti • 04 November 2019 14:29
Bogor: Polres Kota Bogor, Jawa Barat, mengungkap kasus pembunuhan terhadap seorang sopir taksi daring Ahsanul Fauzi. Sang pelaku yakni Fadli Pranata, 25, ternyata merupakan seorang pemuda pecandu gim dan judi secara daring.
 
Kapolresta Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser mengatakan pengungkapan kasus bermula dari temuan mayat di Jalan Raya Wangun, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, pada Kamis, 31 Oktober 2019, sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu korban ditemukan bersimbah darah di dalam mobilnya.
 
"Alhamdulillah pada Sabtu (2 November 2019) pukul 23.45 WIB kita berhasil tangkap pelaku di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor. Penangkapan berdasarkan keterangan saksi dan bukti, dan tersangka pun akhirnya mengakui," ungkap dia, Senin, 4 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menjelaskan antara pelaku dan korban tidak saling mengenal. Namun pelaku sudah merencanakan aksinya dengan maksud ingin menguasai harta korban.
 
"Motifnya ingin menguasai uang korban dengan cara akan mengambil uang korban pada saat pembayaran," jelasnya.
 
Lebih lanjut Hendri mengungkapkan tersangka membayar dengan uang pecahan Rp100 ribu. Korban kemudian mengeluarkan dompet hendak memberikan uang kembalian. Pada saat itu tersangka langsung menusukkan pisau ke leher sebelah kiri korban.
 
Korban pun berteriak dan membunyikan klakson bahkan sempat menginjak pedal gas. Dompet korban yang jatuh tak berhasil digasak lantaran pelaku panik dan melarikan diri.
 
Dari hasil pemeriksaan, pelaku diketahui telah merencanakan aksinya. Sebab selain sudah mempersiapkan pisau, pelaku juga memesan aplikasi taksi daring bukan dengan nomor ponselnya.
 
"Dia pinjam ponsel (orang lain) di warung tempat dia makan sebelumnya. Jadi kita melapis pasal 365 ayat 3 dan 338. Ancaman hukumannya 20 tahun penjara," terang Hendri.

Kecanduan gim


Dalam rilis kasus yang digelar di Mapolresta Bogor Kota, terungkap bahwa pelaku merupakan pemuda pengangguran yang kecanduan bermain dan berjudi di internet.
 
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Ajun Komisaris Niko Adi Putra mengatakan kecanduan akan gim dan judi daring yang dialami pelaku tergolong berat. Bahkan pelaku menjadikan kebiasaannya itu untuk mendapatkan uang sebagai seorang joki dengan akun berbeda.
 
"Pelaku melakukan perbuatanya karena ingin memperbaiki laptop yang dia gunakan untuk mendapatkan uang melalui gim online. Gim satu-satunya sumber dia untuk mendapatkan uang," jelasnya.
 
Saat itu, lanjutnya, pelaku mengaku membutuhkan uang Rp180 ribu untuk memperbaiki laptop. Kecanduan gim daring yang dialami pelaku pun diakui oleh pihak keluarga.
 
"Bahkan gara-gara itu juga akhirnya memutuskan hubungan silaturahmi dia dengan keluarga selama dua tahun," pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif