Siswa beraktivitas diluar kelas dengan mengenakan masker agar tidak terjangkit difteri di SMAN 7, Malang, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto)
Siswa beraktivitas diluar kelas dengan mengenakan masker agar tidak terjangkit difteri di SMAN 7, Malang, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

Dinkes Jatim Cegah Penularan Difteri di Malang Meluas

Nasional klb difteri
Antara • 25 Oktober 2019 11:49
Surabaya: Dinas Kesehatan Jawa Timur menyiapkan upaya untuk mencegah penularan difteri di Kota Malang meluas ke daerah lain. Salah satunya menggiatkan penyuluhan kesehatan ke masyarakat.
 
"Penyuluhan masyarakat, pengobatan kasus dan kontak erat, mengimbau masyarakat jaga kondisi badan, memperhatikan etika batuk, dan yang paling penting adalah imunisasi," kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Kohar Hari Santoso, melansir Antara, Jumat, 25 Oktober 2019.
 
Dinas Kesehatan menjalankan langkah antisipasi penyebaran difteri setelah 200 lebih siswa dan belasan guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Malang dinyatakan positif sebagai pembawa bakteri penyebab difteri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kohar memuji respons warga Malang berkenaan dengan penularan difteri. Namun mengingatkan pentingnya imunisasi dan pengobatan dalam mengatasi penularan infeksi difteri.
 
"Sementara agar daya tahan seseorang itu baik, imunisasi harus dilakukan. Mereka yang sudah imunisasi lengkap, tidak usah khawatir jika ada kasus atau ada seseorang yang positif carrier atau pembawa bakteri difteri karena sudah punya daya tahan," katanya.
 
Ia juga mengimbau warga yang mengalami gejala sakit segera memeriksakan diri dan meminta warga mengikutsertakan anaknya dalam program imunisasi pada November, memasuki Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
 
"Kalau sudah diimunisasi sampai 95 persen masyarakat maka bisa terbentuk kekebalan kelompok. Tapi lebih baik lagi jika 100 persen dari semua anak yang terimunisasi difteri," kata Kohar.
 
Mengenai penularan difteri di daerah lain, Kohar mengakui bahwa masih ada beberapa kasus, tapi tidak sebanyak di Kota Malang.
 
"Di daerah lain di Jatim ada tapi sedikit dan tidak seramai kasus di Kota Malang," pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif