Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo saat berbicara di panggung Malam Purna Program IUWASH Regional Jateng.MTVN/M Rodhi Aulia
Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo saat berbicara di panggung Malam Purna Program IUWASH Regional Jateng.MTVN/M Rodhi Aulia

Bupati Yoyok Berharap Calon Kepala Daerah Dites Narkoba

M Rodhi Aulia • 16 Maret 2016 18:01
medcom.id, Batang: Bupati Batang, Jawa Tengah, Yoyok Riyo Sudibyo, prihatin dengan penangkapan bupati yang diduga tersangkut kasus Narkoba. Yoyok ingin tes kesehatan calon kepala daerah lebih serius lagi.
 
"Setahu saya, tes kesehatan calon kepala daerah itu tipu-tipuan (formalitas) saja. Lihat, hampir semua lulus tes kesehatan," kata Yoyok kepada Metrotvnews.com di Rumah Dinas Bupati Batang, akhir pekan kemarin.
 
Yoyok berharap, pemangku kepentingan belajar dari penangkapan Bupati Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Ahmad Wazir Nofiadi Mawardi. Karier Bupati Nofialdi terancam tamat.

Mantan Anggota Badan Intelijen Negara (BIN) ini tak heran ada bupati pakai narkoba. Musababnya, sistem uji kompetensi dan integritas untuk menjadi kepala daerah terbilang rapuh.
 
Bupati Yoyok Berharap Calon Kepala Daerah Dites Narkoba
Bupati Yoyok selfie bersama warga Batang.MTVN/M Rodhi Aulia
 
"Sempat terpikir, kok calon kepala daerah ini tidak ada tesnya ya? Waktu saya mau masuk Akademi Militer, ada tesnya. Lulus jadi perwira ada tes. Mau naik jadi komandan peleton, ada tesnya," ujar Yoyok.
 
Yoyok menegaskan, sejatinya tes untuk jadi calon kepala daerah bukan sekadar formalitas. Calon harus benar-benar dinyatakan lolos, baik kesehatan, kapabilitas, dan integritas.
 
"Saya jadi teringat dengan pemikiran soal tes tadi. Ini lebih penting lagi: tes narkoba," kata pria yang dilantik jadi bupati pada 2012 itu.
 
Tes narkoba, tambah dia, penting buat mengantisipasi para pecundang jadi pemimpin daerah. Kalau sampai pemimpinnya kacau, lantas bagaimana dengan masyarakat dan rakyatnya.
 
Bupati Yoyok Berharap Calon Kepala Daerah Dites Narkoba
Bupati Yoyok dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.MTVN/M. Rodhi Aulia
 
"Setelah tes dasar ini, silakan berkampanye. Sehingga rakyat memilih satu dari mereka yang telah lulus kualifikasi. Rakyat tinggal memilih (calon kepala daerah) yang visi, misi dan gaya kepemimpinan cocok bagi mereka," ungkap dia.
 
Yoyok menegaskan, sebelum rakyat bisa memilih bebas calon pemimpinnya di bilik-bilik pemungutan suara (TPS), Negara harus bertanggung jawab dari awal.
 
"Negara harus memastikan dari stok yang tersedia untuk dipilih rakyat, mereka (calon kepala daerah) yang sudah lulus uji. Termasuk uji bebas Narkoba," pungkas dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ICH)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>