medcom.id, Banda Aceh: Insiden pelemparan granat ke Kantor Partai Aceh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, pada Selasa (11/3), mengakibatkan seorang bocah berusia 9 tahun terkena serpihan granat saat melintas di depan kantor tersebut.
Korban yang bernama Sayed Habibi itu terkena serpihan granat pada bagian kepalanya. Ia pun terpaksa menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA), Banda Aceh, Rabu (12/3).
Tim dokter harus mengangakat serpihan granat yang menempel di bagian belakang kepala bocah yang masih duduk di sekolah dasar itu. Saat kejadian, Sayed tengah dibonceng kakaknya melintas di jalan depan Kantor Partai Aceh. Kakak beradik itu hendak menuju Simpang Surabaya
Direktur RSUZA dr Syahroel mengatakan tindakan medis dilakukan untuk membersihkan proyektil serpihan logam yang masih bersarang di kepala korban. Korban mengalami luka di belakang kepala sebelah kanan. "Operasinya berjalan lancar, serpihan logam yang bersarang di kepalanya berhasil diangkat," ujarnya
Menurut dr Syahrol, proyektil yang bersarang di kepala korban tidak berbahaya. Karena proyektil yang berbentuk logam itu tidak merusak jaringan syaraf otak. "Pembersihan juga dilakukan dalam proses operasi tadi. Kalau tidak, akan menimbulkan infeksi di otak," pukasnya.
Selanjutnya, proyektil tersebut akan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dijadikan barang bukti. Adanya barang bukti itu akan memudahkan penyidikan yang dilakukan pihak kepolisian.(Hendra Saputra)
medcom.id, Banda Aceh: Insiden pelemparan granat ke Kantor Partai Aceh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, pada Selasa (11/3), mengakibatkan seorang bocah berusia 9 tahun terkena serpihan granat saat melintas di depan kantor tersebut.
Korban yang bernama Sayed Habibi itu terkena serpihan granat pada bagian kepalanya. Ia pun terpaksa menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA), Banda Aceh, Rabu (12/3).
Tim dokter harus mengangakat serpihan granat yang menempel di bagian belakang kepala bocah yang masih duduk di sekolah dasar itu. Saat kejadian, Sayed tengah dibonceng kakaknya melintas di jalan depan Kantor Partai Aceh. Kakak beradik itu hendak menuju Simpang Surabaya
Direktur RSUZA dr Syahroel mengatakan tindakan medis dilakukan untuk membersihkan proyektil serpihan logam yang masih bersarang di kepala korban. Korban mengalami luka di belakang kepala sebelah kanan. "Operasinya berjalan lancar, serpihan logam yang bersarang di kepalanya berhasil diangkat," ujarnya
Menurut dr Syahrol, proyektil yang bersarang di kepala korban tidak berbahaya. Karena proyektil yang berbentuk logam itu tidak merusak jaringan syaraf otak. "Pembersihan juga dilakukan dalam proses operasi tadi. Kalau tidak, akan menimbulkan infeksi di otak," pukasnya.
Selanjutnya, proyektil tersebut akan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk dijadikan barang bukti. Adanya barang bukti itu akan memudahkan penyidikan yang dilakukan pihak kepolisian.(Hendra Saputra)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)