Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, melepas keberangkatan pahlawan devisa negara ke Korea Selatan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin malam, 18 Juli 2022. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir
Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, melepas keberangkatan pahlawan devisa negara ke Korea Selatan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin malam, 18 Juli 2022. Medcom.id/ Hendrik Simorangkir

245 Pekerja Migran Indonesia Berangkat ke Korea Selatan

Hendrik Simorangkir • 19 Juli 2022 13:06
Tangerang: Sebanyak 245 pekerja migran Indonesia (PMI) dilepas keberangkatannya menuju Korea Selatan. Ratusan PMI itu dilepas keberangkatannya untuk bekerja di bidang manufaktur dan perikanan.
 
"Sepanjang Korea Selatan menyatakan belum ada penutupan dan tidak menyatakan melarang masuknya WNA khususnya tenaga kerja asing, kita tetaplah melakukan penempatan. Artinya masuknya PMI kita ke Korea Selatan masih dinyatakan aman," kata Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani, saat melepas ratusan PMI di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin, 18 Juli 2022.
 
Baca: BP2MI Dukung Penundaan Pengiriman Pekerja ke Malaysia

Benny menuturkan pemberangkatan ratusan PMI ini merupakan program rangkaian lanjutan government to government (G to G) bersama Korea Selatan. Sebelumnya pada Minggu, 17 Juli 2022, pihaknya juga telah memberangkatkan 475 PMI ke Korea Selatan.
 
Menurut Benny hingga saat ini BP2MI telah menempatkan sebanyak 71.206 pekerja migran ke luar negeri pada semester pertama di 2022. Dia yakin pada akhir 2022 pekerja migran yang bisa dilepas ke luar negeri di angka 150 ribu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bila dibandingkan pada 2021, penempatan kita selama tahun itu hanya 73 ribu orang. Jadi kita punya keyakinan pada 2022 bisa menembus angka minimal 150 ribu orang. Itu sudah kelipatan dua kali dari penempatan 2021. Ini artinya tanda-tanda penempatan semakin positif," jelas Benny.
 
Sementara, Lubistian Fanny, 21, PMI asal Jepara, mengatakan dirinya bersyukur bisa berangkat bekerja ke Korea Selatan. Lubistian yang sebelumnya berprofesi sebagai guru Bahasa Korea di LPK itu berharap anak-anak muda bisa bekerja di luar negeri.
 
"Penantian panjang dan doa-doa saya Alhamdulillah terkabul. Untuk teman-teman atau anak-anak muda yang lain, ayo berani kerja ke luar negeri untuk bisa merubah nasib," ungkap Lubistian.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif