Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono saat menggelar 'press conference' ungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di halaman Kantor ASDP Merak di Merak, Cilegon, Rabu. Foto: Humas Polda Banten
Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono saat menggelar 'press conference' ungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di halaman Kantor ASDP Merak di Merak, Cilegon, Rabu. Foto: Humas Polda Banten

Penyelundupan 71 Kilogram Sabu Modus Ekspedisi Sembako Terbongkar

Nasional penyelundupan narkotika
Antara • 20 Mei 2020 16:46
Banten: Direktorat tindak pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil menangkap dua tersangka kasus penyelundupan sabu-sabu. Polisi menyita barang bukti sabu seberat 71 kilogram dengan modus ekspedisi sembako.
 
"Total barang bukti yang disita sebanyak 71 kilogram sabu di tempat yang berbeda. Ada di Pekanbaru dan Jakarta," kata Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Gatot Eddy Pramono saat menggelar konferensi pers di halaman Kantor ASDP Merak di Merak, Cilegon, Rabu, 20 Mei 2020.
 
Sindikat ini terungkap dari informasi yang diperoleh, sindikat pengedar sabu memanfaatkan situasi pandemi covid-19. Pelaku memanfaatkantransportasi logistik untuk mengirimkan narkoba dari jalur lintas timur Sumatera menuju Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami dibantu oleh Polsek KSKP Bakauheni Polres Lampung Selatan berhasil menggagalkan peredaran gelap 66 kilogram sabu yang disembunyikan dalam 'safe deposit box' yang dibawa truk PT AMP di 'check point' Pelabuhan Bakauheni pada Jumat, 8 Mei 2020," katanya.
 
Kemudian, terang Eddy dilakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan dengan teknik penyerahan di bawah pengawasan 'safe deposit box' kepada penerimanya di kantor pusat PT Alidon Expres Makmur Jakarta. "Dari hasil pengembangan kami berhasil menangkap tersangka RR (25) selaku Dirut PT Alidon Expres Makmur Jakarta dan pihak penerima kiriman paket sabu," kata Eddy.
 
Polisi kembali memperoleh informasi bahwa BP (DPO) selaku Komisaris PT Alidon telah menerima 10 kilogram sabu dari PT Alidon cabang Pekanbaru. Paket sabu dikirimkan melalui ekspedisi PT APM kepada ekspedisi PT Alidon Cabang Lampung.
 
Selain itu, informasi lain yang diperoleh dalam paket milik PT Langkah Hijau (food herbal) juga telah disisipi 5 kilogram sabu oleh RY (DPK) dan EA (staf packing) yang dikirimkan kepada PT Alidon Jakarta melalui ekspedisi PT Dakota.
 
"Berdasarkan informasi tersebut tim kembali melakukan penyelidikan dan kembali berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 5 kilogram yang dikemas dalam 5 bungkus dalam dus berisi tepung, sopir dan kenek truk expedisi PT. Dakota Jakarta turut diamankan sebagai saksi dan kami pun menangkap EA (22) selaku tersangka yang berperan mempacking sabu pada Minggu (8/5/)" kata Eddy.

 

(WHS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif