Kepolisian Daerah Jawa Tengah menangkap SY dan MH atas kasus kematian pekerja migran Indonesia yang masing-masing bekerja di Kapal Lu Qing Yuan Yu 623 dan Kapal Fu Yuan Yu 1218. (Foto: Medcom.id/Mustholih)
Kepolisian Daerah Jawa Tengah menangkap SY dan MH atas kasus kematian pekerja migran Indonesia yang masing-masing bekerja di Kapal Lu Qing Yuan Yu 623 dan Kapal Fu Yuan Yu 1218. (Foto: Medcom.id/Mustholih)

Bos Penyalur ABK ke Tiongkok Ditangkap

Nasional ABK WNI
Mustholih • 20 Mei 2020 18:35
Semarang: Polda Jawa Tengah menangkap dua warga Kabupaten Tegal, atas kasus kematian pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di Tiongkok.
 
Komisaris dan Direktur PT Mandiri Tunggal Bahari, SY dan MH, diketahui mensponsori PMI ABK untuk bekerja di kapal Lu Qing Yuan Yu 623 dan kapal Fu Yuan Yu 1218.
 
"Kedua orang ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 85 dan 86 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Dan atau Pasal 4 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang perdagangan orang dengan ancaman hukuman tiga tahun penjara," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iskandar Fitriana Sutisna, di Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 20 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


SY dan MH ditangkap Polda Jateng pada Minggu, 17 Mei 2020. Menurut Iskandar, melalui PT Mandiri Tunggal Bahari, SY dan MH sudah memasok 231 PMI ke kapal-kapal Tiongkok sejak 2018.
 

Baca juga:Dua ABK WNI di Kapal Long Xing 606 Dilaporkan Sehat
 
"Dari hasil perekrutan dan penempatan ABK, PT MTB menerima fee dari agen senilai USD25 per bulan untuk setiap ABK," kata dia.
 
Iskandar menduga SY dan MH merekrut dan menempatkan ABK di kapal berbendera Tiongkok melalui PT MTB tanpa mengantongi surat izin perekrutan pekerja migran Indonesia (SIP2MI) yang dikeluarkan oleh Pemerintah. Surat izin ini lazim dikeluarkan oleh Kepala Badan Penempatan Pekerja Migran Indonesia.
 
"Sebenarnya perusahaan mereka sah secara hukum. Cuma mereka tidak memiliki SIP2MI sehingga mereka tidak berhak merekrut calon pekerja migran," jelas Iskandar.
 
Penangkapan SY dan MH merupakan buntut viralnya rekaman video pelarungan jenazah ABK asal Indonesia yang bekerja di Kapal Fu Yuan Yu 1218, beberapa waktu lalu. Menurut Iskandar, jenazah ABK asal Indonesia yang dilarung itu bernama Taufik Ubaidillah.
 
"Korban meninggal karena jatuh dari palka pada 23 November 2019," ungkapnya.
 
Baca juga:ABK Dikubur di Laut, Perusahaan Tak Pernah Lapor Kemenlu
 
Setelah Taufik Ubaidillah meninggal, enam ABK asal Indonesia yang bekerja di Kapal Fu Yuan Yu memutuskan kabur dengan cara melompat ke laut. Empat ABK asal Indonesia berhasil diselamatkan oleh kapal Malaysia dan dua orang lainnya belum ditemukan hingga sekarang.
 
Sebelum berita pelarungan jenazah ABK asal Indonesia itu meluas, Iskandar menyatakan sebenarnya ada jenazah AKB asal Tanah Air yang juga dilarung di laut. ABK ini bernama Herdianto dan bekerja di Kapal Lu Qing Yuan Yu 623.
 
"Saudara Herdianto meninggal pada 16 Januari 2020, karena sakit," pungkasnya.
 

(MEL)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif