Ilustrasi--Penyemprotan cairan disinfektan, untuk mencegah penyeberan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan. (ANTARA FOTO/Ampelsa)
Ilustrasi--Penyemprotan cairan disinfektan, untuk mencegah penyeberan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan. (ANTARA FOTO/Ampelsa)

Garut Tetapkan KLB Penyakit Mulut dan Kuku

Media Indonesia.com • 22 Mei 2022 10:34
Garut: Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, menetapkan kejadian luar biasa (KLB) wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak terhitung selama 42 hari, sejak 18 Mei hingga 29 Juni 2022. Penetapan KLB untuk penanganan, percepatan pengendalian, dan penanggulangan penyakit.
 
Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, wabah PMK masih terus meluas. Berbagai langkah antisipasi penanganan serangan dilakukan salah satunya membentuk tim khusus. Penambahan kasus setiap harinya tersebar di 11 Kecamatan. Sapi potong, sapi perah, dan domba mendominasi ternak yang terinfeksi.
 
"Penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku, berdampak pada kerugian ekonomi terhadap populasi ternak, produksi hasil ternak, sarana dan prasarana, produksi peternakan, potensi kerugian ekonomi lainnya," ujarnya, Minggu, 22 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga: Pemkot Depok Belum Temukan Ternak Sapi Terinfeksi PMK
 
Ia mengatakan, wabah PMK yang terus meluas membuat petugas di setiap kecamatan wajib turun ke lapangan guna memeriksa langsung kondisi sapi yang mengalami kuku melepuh dan mulut berliur.
 
"Tim satgas khusus turun supaya bisa mengendalikan PMK agar tidak menyerang ternak lainnya. Juga kalau ada hewan yang tak mendapatkan surat keterangan sehat agar tidak dipaksakan dipotong," jelas dia.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Sofyan Yani, menambahkan penetapkan status wabah di tingkat daerah baru Garut dan untuk provinsi yakni Jawa Timur dan Aceh.
 
"Hewan ternak yang terjangkit wabah PMK di Kabupaten Garut ada di 11 Kecamatan mulai dari Garut Kota, Cisurupan, Cikajang, Leles, Wanaraja, Karangpawitan, Banyuresmi, Cilawu, Cigedug, Limbangan dan Malangbong dengan populasi 1.479 ekor. Sedangkan, terinfeksi tercatat ada 838 ekor, 9 mati, dipotong paksa 40 ekor, pengobatan 810 ekor dan membaik 135 ekor," bebernya.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif