Ketua Umum PKB, Muhaimin Inskandar, usai acara Doa Bersama Ulama dan Habain Untuk Perdamaian Dunia di Surabaya, Minggu, 22 Mei 2022. Medcom.id/ Amaluddin
Ketua Umum PKB, Muhaimin Inskandar, usai acara Doa Bersama Ulama dan Habain Untuk Perdamaian Dunia di Surabaya, Minggu, 22 Mei 2022. Medcom.id/ Amaluddin

PKB Siap Gabung KIB Jika Cak Imin Diusung Jadi Capres

Amaluddin • 22 Mei 2022 19:18
Surabaya: Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Inskandar, menyatakan siap bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Syaratnya, kata Cak Imin, sapaan akrabnya, dirinya harus jadi calon presiden (capres).
 
"Kami siap bergabung, asalkan capresnya saya," kata Cak Imin usai acara Doa Bersama Ulama dan Habain Untuk Perdamaian Dunia di Surabaya, Minggu, 22 Mei 2022.
 
Baca: Cak Imin Ajak Ulama se-Jatim Doakan untuk Perdamaian Dunia

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seperti diketahui KIB terdiri dari beberapa koalisi partai politik (parpol), yaitu Partai Golkar, PAN dan PPP. Menurut Cak Imin, KIB merupakan gagasan yang bagus dari sejumlah partai.
 
Ia pun berharap KIB tetap kompak dan mengusung capres yang sama. "Saya rasa ini adalah usaha, ikhtiar untuk menyamakan kekuatan, sehingga mulai mengkristal saya menyambut baik itu. Semoga-moga nanti calonnya sama," jelasnya.
 
Cak Imin juga mengajak seluruh kader PKB untuk bekerja keras mensukseskan Pemilu 2024. Ia menyebut survei PKB sudah berada di tiga besar untuk berebut posisi kedua.
 
"Insya Allah kita siap bersama-sama mensukseskan pemilu dan maju capres. Kita harap survei terakhir posisi kedua bersaing dengan Gerindra. Syukur-syukur bisa juara satu," jelasnya.
 
Cak Imin Harap Konflik Dunia Selesai
 
Ribuan kiai dan habaib se-Jawa Timur menggelar doa bersama dan di Gedung Dyandra Convention Center, Surabaya. Acara yang diinisiasi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar itu diharapkan konflik di berbagai negara bisa segera selesai.
 
"Misalnya konflik antara Rusia dan Ukraina. Di Rusia ada 25 juta umat Islam, sementara di Ukraina 2 juta umat Islam. Hendaknya umat di dua negara itu saling bahu membahu, bukan malah bermusuhan," kata Cak Imin.
 
Akibat konflik itu, lanjut Cak Imin, banyak masjid-masjid yang rusak terdampak peperangan antara kedua negara. Ia pun berharap, umat Islam baik di Rusia maupun Ukraina bisa merayu pemerintah masing-masing, untuk duduk bersama dan menyepakati dihentikannya perang.
 
"Maka itu kami bersama ulama berikhtiar untuk kumpul mendorong umat Islam Indonesia, agar  lebih aktif mengatasi peperangan menuju perdamaian. Pulang dari sini habib ulama bermunajat untuk gerakkan kekuatan langit untuk hentikan perang," katanya.
 
Tak hanya itu, Cak Imin juga menyebut bahwa konflik Rusia-Ukraina juga berdampak pada perekonomian dunia. Misalnya harga minyak dan gas terus merangkak naik, sehingga dapat terus melonjak setelah terhambatnya distribusi pasokan ke sejumlah negara.
 
"Dimana Rusia merupakan salah satu produsen dan pengekspor bahan bakar fosil terbesar di dunia. Hal yang paling mengerikan adalah dampak kemanusiaannya, berapa ribu bahkan jutaan orang yang akan meninggal dunia jika perang tidak segera dihentikan," ujarnya.
 
Tidak hanya perang Rusia-Ukraina, persoalan konflik Israel dengan Palestina yang terus berlarut, dan tidak kunjung menunjukkan tanda-tanda bakal berhenti juga menjadi persoalan serius yang menurutnya harus segera diakhiri. Dari berbagai sumber pemberitaan, serangan tentara Israel terhadap penduduk Palestina masih terus terjadi. Rumah-rumah penduduk dan bangunan fasilitas umum pun banyak yang hancur.
 
"Belum lagi kalau kita lihat bagaimana kondisi anak-anak korban konflik di Palestina, masa depan mereka, para wanita yang kehilangan suami dan tempat tinggal. Ini sungguh mengerikan," ujarnya.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif