Panglima TNI Jendral TNI Andika Perkasa tiba bandar udara Mutiara Sis Aldjufri, usai dari meninjau langsung pos skotis Satgas Madago Raya di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (13/5/2022). ANTARA/Muhammad Izfaldi
Panglima TNI Jendral TNI Andika Perkasa tiba bandar udara Mutiara Sis Aldjufri, usai dari meninjau langsung pos skotis Satgas Madago Raya di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (13/5/2022). ANTARA/Muhammad Izfaldi

Panglima TNI Yakin Paham Radikal ISIS Tak Punya Tempat di Sulteng

Nasional isis radikalisme panglima tni Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Sulawesi Tengah
Antara • 13 Mei 2022 15:25
Palu: Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Andika Perkasa optimistis paham radikal kelompok teroris ISIS tidak berkembang di Provinsi Sulawesi Tengah. Hal itu dilatarbelakangi tingkat kondusivitas keamanan secara umum kian membaik.
 
"Ideologi kebangsaan perlu diperkuat sebagai landasan bernegara. Untuk menghindari paham-paham radikal masuk ke sendi masyarakat, maka semua pihak memiliki peran," ujar Andika saat melakukan kunjungan kerja di Palu, Jumat, 13 Mei 2022.
 
Ia mengemukakan saat ini pihaknya sedang melakukan upaya-upaya pencegahan paham radikal kelompok ISIS bersama Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) di Tanah Air. Dalam melakukan pencegahan, katanya, upaya ini butuh peran serta tokoh masyarakat, termasuk masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di Sulteng, toleransi umat beragama menjadi modal penting dalam mencegah masuknya paham-paham yang sengaja merusak tatanan sosial yang sejak lama memegang teguh ideologi bangsa.
 
Baca: Panglima Tarik Sebagian Prajurit TNI dari Operasi Madago Raya Poso
 
"Pencegahan dini dimulai dari lingkungan tempat tinggal masing-masing, apakah melalui pendekatan sosial, keagamaan, dan pendidik," tutur Andika.
 
Menurutnya, Sulteng memiliki kekuatan sosial yang dapat menangkal paham radikal tumbuh dalam kehidupan masyarakat karena paham-paham seperti itu bertentangan dengan setiap ajaran agama di Indonesia.
 
"Masyarakat tentunya ingin hidup damai. Ada pihak-pihak tertentu yang sengaja merusak kesatuan dan persatuan bangsa. Oleh karena itu negara hadir dalam berikan pengayoman kepada seluruh rakyat Indonesia dengan berbagai upaya yang telah dilakukan," kata Andika.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif