ilustrasi/Medcom.id
ilustrasi/Medcom.id

Cegah Wabah PMK, Kota Tangerang Perketat Pemeriksaan Kesehatan Sapi

Nasional Hewan Ternak penyakit menular sapi Penyakit Mulut dan Kuku
Hendrik Simorangkir • 13 Mei 2022 13:57
Tangerang: Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperketat pemeriksaan kesehatan pada peternakan sapi. Hal ini menyusul ditemukannya penyakit mulut dan kuku (PMK) di pada hewan ternak.
 
Kendati begitu, Kabid Pertanian Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang Ibnu Ariefyanto, menyampaikan hingga saat ini, belum ditemukannya wabah PMK di Kota Tangerang. 
 
"Belum ada laporan terkait PMK di Kota Tangerang," ujar Kabid Pertanian Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang Ibnu Ariefyanto, Jumat, 13 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Ibnu, pihaknya telah memperketat pemeriksaan kesehatan penyakit mulut dan kuku sapi di sekitar 60 peternakan yang tersebar di Kota Tangerang. 
 
Baca: Sapi di Kalbar Suspek Penyakit Mulut dan Kuku
 
"Pemeriksaan kesehatan PMK sapi sudah dilakukan sejak sepekan belakangan ini, dan sudah 34 peternakan sapi diperiksa kita periksa," katanya.
 
Ibnu menegaskan PMK tidak menular kepada manusia. Lalu, daging hewan yang terjangkit masih bisa dikonsumsi dengan memasak sesuai standar operasional prosedur. 
 
"Dengan itu, kami berharap para peternak sapi dapat menjaga kesehatan kandang dan tubuh sapinya. Kami pun berharap, masyarakat tidak ada kepanikan yang berlebihan karena kami insyaallah akan mengendalikan wabah ini secara maksimal," jelasnya. 
 
Ibnu menjelaskan untuk mencegah wabah PMK masuk ke Kota Tangerang, pihaknya tengah membentuk tim unit respons cepat. Tim ini untuk mendistribusikan obat, penyuntikan vitamin, pemberian antibiotik hingga penguatan imun. 
 
"Dalam waktu dekat, kita juga akan mengumpulkan semua peternak di Kota Tangerang, untuk melakukan sosialisasi terkait penyakit tersebut. Sama-sama mengetahui, Kementrian telah menutup jalur pengiriman sapi dari daerah yang terindikasi penyakit itu. Kota Tangerang saat ini tinggal memperketat tidak diterimanya ternak sapi dari wilayah yang terduga terdampak," ujar dia.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif