: Tim medis menyelimuti Aqila dan Azila kembar siam asal Kendari, Sulawesi Tenggara di Instalansi Rawat Inap (Irna) anak RSUD Dr Soetomo Surabaya, Jawa Timur, Rabu (14/8/2019). ANTARA FOTO/Didik Suhartono
: Tim medis menyelimuti Aqila dan Azila kembar siam asal Kendari, Sulawesi Tenggara di Instalansi Rawat Inap (Irna) anak RSUD Dr Soetomo Surabaya, Jawa Timur, Rabu (14/8/2019). ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Kembar Siam Aqila dan Azila Jalani Operasi Pemisahan

Nasional kembar siam
ant • 14 Agustus 2019 11:58
Surabaya: Kembar siam dempet dada dan perut (thoracoabdomino phagus) asal Kendari, Sulawesi Tenggara, Aqila dan Azila, menjalani operasi pemisahan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo, Surabaya, Rabu, 14 Agustus 2019.
 
Ketua Tim Penanganan Kembar Siam RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Agus Harianto, mengatakan Aqila dan Azila akan menjalani rangkaian operasi pemisahan selama 12 jam di Ruang 016 Lantai 4 Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) dengan ditangani 70 dokter.
 
"Bayi dirujuk pada pukul 06.15 WIB untuk menjalani operasi pemisahan. Kondisi keduanya sangat sehat sehingga sangat siap menjalani," ujar Agus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agus menjelaskan, saat ini, bayi dengan penanda warna hijau atau bayi Azila sedang diinduksi. Peranan bagian anestesi penting karena harus menjaga sirkulasi bagi kesuksesan operasi.
 
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Tim Penanganan Kembar Siam RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Poerwadi menuturkan timnya sudah mulai melakukan persiapan operasi pada pukul 03.00 WIB dan telah dilakukan induksi anestesi untuk kemudian memasang semua monitor.
 
"Setelah siap, kami melakukan irisan supaya kulitnya bisa bagus nantinya dan mencukupi baru kemudian tim bedah masuk. Bedah anak masuk kemudian nanti akan memisahkan dinding dada dan perut kulitnya dulu," ucapnya.
 
Selanjutnya, ucap dia, operasi akan masuk ke dalam rongga perut. Pihaknya akan mengidentifikasi isi rongga perut.
 
Dia menuturkan berdasarkan pengalamannya, bayi Aqila dan Azila mempunyai liver berpisah. Tim akan mengidentifikasi livernya, saluran empedu keduanya komplit atau tidak.
 
"Selanjutnya setelah evaluasi baru kita insyaallah kita memotong livernya. Dengan pengalaman kami akan lebih singkat tapi kami perkirakan 12 jam mudah-mudahan Allah menghendaki lebih cepat daripada itu," katanya.
 
Ibu Aqila dan Aqila, Selvita Dewi, mengaku sudah mengikuti arahan dan aturan yang diberlakukan rumah sakit serta berharap operasi anaknya berjalan lancar, selamat, serta dapat hidup dengan normal.
 
"Mohon doanya supaya operasi Aqila dan Azila berjalan lancar," tuturnya.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif