Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, usai menghadiri Dies Natalies Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, Minggu, 5 Januari 2020. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, usai menghadiri Dies Natalies Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, Minggu, 5 Januari 2020. Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq

Menko Polhukam Tegaskan Tidak Ada Negosiasi Soal Natuna

Nasional indonesia-tiongkok blok natuna
Daviq Umar Al Faruq • 05 Januari 2020 17:20
Malang: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, angkat bicara terkait pelanggaran batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia yang dilanggar penjaga pantai Tiongkok.
 
"Prinsipnya begini, Indonesia tidak akan melakukan negosiasi dengan China. Karena jika negosiasi itu masalah bilateral, dan ada konflik tentang perairan itu," kata Mahfud usai menghadiri Dies Natalies Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur, Minggu, 5 Januari 2020.
 
Mahfud menjelaskan tidak ada konflik negara di perairan Natuna. Sebab perairan tersebut sepenuhnya milik Indonesia berdasar hukum internasional Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"UNCLOS tahun 1982 menyatakan bahwa Natuna itu, dengan sekarang yang batasnya dilanggar itu, merupakan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia. UNCLOS itu hukum laut internasional yang dibuat oleh PBB," jelas Mahfud.
 
Mahfud menambahkan sebelumnya Tiongkok, memang memiliki konflik perbatasan dengan negara lain. Mulai dari Vietnam, Malaysia, Brunei, Taiwan, dan Filipina.
 
"Dengan Indonesia tidak pernah. Yang konflik China dengan negara lain juga sudah diputus juga, pada Juli 2016. Dua setengah tahun yang lalu bahwa China tidak punya hak untuk mengklaim daerah-daerah tersebut," ungkap Mahfud.
 
Mahfud menerangkan dasar yang dipakai Negeri Tirai Bambu mengklaim perairan Natuna yang masuk wilayah Laut China Selatan adalah sembilan garis putus-putus atau nine dash line.
 
"Jadi China tuh membuat teori sendiri sembilan garis putus-putus. Nenek moyangnya dulu sudah berlayar kesini lalu dibuat garis putus-putus," pungkas Mahfud.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif