Warga berjalan diantara bis trans yang diparkir di halaman pemkot Tangerang, Tangerang, Banten, Jumat (28/10). ANTARA FOTO/Lucky R
Warga berjalan diantara bis trans yang diparkir di halaman pemkot Tangerang, Tangerang, Banten, Jumat (28/10). ANTARA FOTO/Lucky R

Pemkot Tangerang Sinkronisasi Transportasi Perkotaan

Nasional infrastruktur Kabinet Jokowi-Maruf 100 Hari Jokowi-Maruf
Hendrik Simorangkir • 23 Januari 2020 16:27
Tangerang: Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengklaim sudah mendukung program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 Presiden Jokowi. Salah satunya, dalam bidang transportasi perkotaan.
 
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, mengatakan pihaknya telah menjalankan sistem transportasi berupa bus rapid transit (BRT) yang diberi nama Trans Kota Tangerang guna mendukung program tersebut.
 
"Untuk angkutan massa Pemkot Tangerang telah menghadirkan BRT dengan rencana akan mengoperasikan sebanyak enam koridor. Tapi saat ini yang sudah beroperasi baru tiga koridor, yakni Jatake menuji Poris Plawad, Poris Plawad ke Cibodas, dan CBD menuju Tangcity. Memang masih ada tiga koridor lagi yang masih menjadi 'PR' kami ke depan," kata Wahyudi di Tangerang, Kamis, 23 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wahyudi menjelaskan transportasi perkotaan yang ada di Kota Tangerang keseluruhannya telah terintegrasi dengan transportasi lainnya untuk memudahkan masyarakat menuju daerah yang ada di luar Kota Tangerang.
 
"Sebetulnya BRT kita itu semua telah terkoneksi. Jadi setiap rute yang kita kembangkan harus saling terintegrasi interkoneksi antar moda, itu penting untuk memudahkan masyarakat," jelas Wahyudi.
 
Wahyudi menambahkan jika pihaknya telah membahas dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) terkait pembiayaan infrastruktur transportasi. Selain itu saat ini BRT di Kota Tangerang sudah menggunakan aplikasi untuk pembayaran.
 
"Jadi komponen mana yang sudah dibiayai pemerintah daerah bisa menjadi kewenangannya pusat untuk saling pengisi poin pembangunan infrastruktur transportasi. Dan juga dari pembayaran kami sudah non tunai, sehingga sistem pembayaran tercatat di dalam rekening pembangunan negara," ungkap Wahyudi.
 
Wahyudi menjelaskan rencana ke depan Pemkot Tangerang akan mengembangkan bus feeder ke jalur utama yang menghubungkan ke Jakarta. Pihaknya ingin menguji terlebih dahulu angkutan yang akan digunakan sebagai feeder tersebut.
 
"Rencana itu dicetuskan Pak Wali Kota Tangerang (Arief R Wismansyah) yang ingin mengembangkan feeder, tapi itu nanti detailnya ke beliau ya. Nanti skemanya (pemgembangan feeder) itu pakai pola tata kelola BRT," ungkap Wahyudi.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif