Pemprov Sulsel Tutup Posko Pengungsian Korban Gempa

Andi Aan Pranata 05 November 2018 18:11 WIB
Gempa Donggala
Pemprov Sulsel Tutup Posko Pengungsian Korban Gempa
Suasana posko pengungsian di Asrama Haji Sudiang Makassar, beberapa waktu lalu
Makassar: Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menutup posko penanganan pengungsi korban gempa di Asrama Haji Sudiang kota Makassar. Posko ditutup setelah seluruh korban asal Palu dan Donggala dan wilayah lain terdampak bencana di Sulawesi Tengah dipulangkan pada Sabtu 3 November 2018, pekan lalu.

"Posko ditutup Sabtu kemarin, tepatnya pukul sepuluh pagi. Sudah tidak ada pengungsi, semua sudah balik," kata Kepala Dinas Sosial Sulsel Andi Ilham Gazaling di Makassar, Senin 5 November.

Pemprov Sulsel membuka posko penanganan pengungsi pada 29 September, atau satu hari setelah gempa dan tsunami melanda sebagian wilayah Sulteng. Sejak kejadian, posko menampung 3.400 lebih korban. Mereka diangkut lewat jalur darat, udara, dan laut.


Ilham mengatakan, pengungsi asal Sulteng meninggalkan posko pengungsian secara bertahap. Selain kembali ke Sulteng, ada juga yang memilih pulang ke kampung halaman di luar daerah. Sebagian lagi lanjut menumpang di rumah kerabat di Makassar atau wilayah lain di Sulsel.

"Rata-rata kembali ke Palu. Ada juga yang ke Jawa Timur, Kalimantan, dan lain-lain," ujar Ilham.

Selama berada di posko, Pemprov Sulsel memastikan semua kebutuhan pengungsi terpenuhi. Selain menjamin makan-minum, pakaian, dan tempat tinggal, relawan dan petugas tanggap darurat juga membantu pemulihan mental pasca trauma pengungsi.

Menurut Ilham, para pengungsi punya semangat tinggi untuk melanjutkan hidup. Mereka disebut tetap bertekad pulang ke Sulteng, meski sebagian tidak lagi punya tempat tinggal yang utuh akibat bencana.

"Kami mendoakan para korban dan pengungsi diberi kesehatan dan perlindungan selama masa pemulihan di Sulteng," kata Ilham.




(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id