Kantor Disnaker Keerom dibakar massa yang gagal dalam penerimaan tes CPNS, Kamis (1/10). (ANTARA/HO/Humas Polda Papua)
Kantor Disnaker Keerom dibakar massa yang gagal dalam penerimaan tes CPNS, Kamis (1/10). (ANTARA/HO/Humas Polda Papua)

Tembakan Peringatan Mewarnai Pembukaan Blokade Jalan Trans Papua

Nasional kerusuhan seleksi cpns ASN
Antara • 02 Oktober 2020 15:46
Jayapura: Kapolres Keerom AKBP Joko Mujiono mengakui anggotanya sempat mengeluarkan tembakan peringatan ke massa saat membuka blokade di sepanjang jalan Trans Papua.
 
"Tembakan peringatan yang disertai dengan gas air mata dikeluarkan guna membubarkan massa hingga ruas jalan tersebut kembali dapat dilalui," kata Joko, melansir Antara, Jumat, 2 Oktober 2020.
 
Dijelaskannya, massa saat itu berupaya menghalangi petugas yang hendak membuka blokade yang didirikan mereka di sepanjang ruas jalan tersebut dengan melempari anggota.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat itu mereka juga membawa aneka senjata tajam dan senjata tradisional seperti panah dan saat diminta mundur berupaya melawan sehingga anggota mengeluarkan tembakan peringatan.
 
Baca juga:  Ridwan Kamil Pantau Langsung Penanganan Covid-19 di Bodebe
 
"Saat ini situasi kamtibmas sudah berangsur kondusif dan empat orang diamankan untuk diperiksa penyidik," jelasnya.
 
Keempat orang itu adalah AS, RAM, JD, dan RM sedang diperiksa secara intensif guna memastikan sejauh mana keterlibatan mereka dalam kerusuhan di Arso setelah pengumuman hasil tes calon pegawai negeri sipil (CPNS).
 
"Saat ini 400 personel Polri disiagakan untuk mengantisipasi berbagai perkembangan di wilayah Polres Keerom," imbuh Joko.
 
Pada Kamis, 1 Oktober 2020, massa yang gagal dalam tes CPNS melakukan perusakan terhadap kantor Bupati Keerom dan membakar kantor Disnaker di Arso.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif