Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Komang Suartana, saat memberikan keterangan di Mapolrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 19 Januari 2022. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Komang Suartana, saat memberikan keterangan di Mapolrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu, 19 Januari 2022. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.

Dokter Pemalsu Surat Antigen dan PCR di Makassar Diringkus

Nasional Pemalsuan Dokumen tes virus korona tes PCR Tes Antigen
Muhammad Syawaluddin • 19 Januari 2022 17:38
Makassar: Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, mengungkap pembuatan surat keterangan Antigen dan PCR palsu di wilayahnya. Satu orang ditangkap dalam kasus tersebut.
 
Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Komang Suartana, mengatakan, penangkapan terhadap pelaku pemalsuan surat keterangan antigen dan PCR palsu berawal dari informasi ke polisi.
 
"Satu pelaku telah ditangkap di salah satu klinik di Kota Makassar," katanya, Rabu, 19 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelaku merupakan dokter di klinik kecantikan di Jalan Andi Djemma, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Yang bersangkutan dibekuk pada 14 Januari 2022, sekitar pukul 23.00 WITA. 
 
Komang membeberkan pelaku bekerja di klinik kecantikan sambil melakukan aksi pemalsuan dokumen sejak pertengahan 2021.
 
Baca juga: Khofifah Klaim Penurunan Kemiskinan di Jatim Tertinggi Nasional
 
"Harga surat antigen Rp75 ribu sampai Rp100 ribu, sementara untuk PCR pelaku mematok harga Rp100 ribu," ungkap dia.
 
Dokter berinisial CMW, 35, ditangkap bersama sejumlah barang bukti yakni satu set komputer, printer, telepon genggam tiga unit berbagai merek, dan beberapa lembar surat keterangan covid-19 palsu. 
 
Oknum dokter itu hanya meminta foto kartu tanda penduduk (KTP) konsumen serta bukti transfer biaya pembuatan tanpa melakukan pemeriksaan sesuai dengan prosedur. 
 
"Pembuatan surat antigen dan PCR palsu itu dibuat untuk perjalanan dalam negeri saja," ujarnya. 
 
Oknum dokter kecantikan tersebut kini mendekam di Mapolrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Akibat perbuatannya ia terancam pasal 263, 267, serta 268 jo pasal 55, 56 KUHP.
 
"Ancaman hukuman penjara pada pasal 263 selama enam tahun dan untuk ancaman pada pasal 267 dan 268 selama empat tahun," jelasnya.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif