Kelompok Tentara Allah atau Jundullah yang dipimpin Erwan Sa'ad di Bandung Barat. (Foto: MI/Depi Gunawan)
Kelompok Tentara Allah atau Jundullah yang dipimpin Erwan Sa'ad di Bandung Barat. (Foto: MI/Depi Gunawan)

Kesbangpol Telusuri Motif Deklarasi Tentara Allah

Nasional keagamaan aliran sesat Penodaan Agama
Roni Kurniawan • 06 Januari 2021 11:23
Bandung: Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, mulai menelusuri motif deklarasi Laskar Jundullah atau Tentara Allah oleh sekelompok warga di Kampung Sasak Bubur RT 04/03, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas. Kesbangpol akan menemui kepala desa, camat, serta warga yang turut dalam deklarasi itu.
 
Seksi Pembinaan Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol KBB, Didin Suhendar, mengatakan, akan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk menelusuri motif deklasari Tentara Allah. Sebab meski telah dibatalkan, video deklarasi yang kadung merebak membuat masyarakat resah dan dikhawatirkan menjurus pada ajaran sesat.
 
"Kami akan gandeng MUI dan FKUB, karena ini menyangkut ideologi dan keagamaan. Karena apa pun bentuknya, kalau ini terjadi kan agak repot bagi masyarakat," ujar Didin, Rabu, 6 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga: Pemkot Malang Kawal Langsung Penyaluran Bansos
 
Didin khawatir, meski belum diketahui arah dari deklarasi tersebut namun akan memengaruhi masyarakat menyimpang dari ajaran agama. Terlebih, lanjutnya, isu keagamaan di KBB sangat berpengaruh pada kelangsungan hidup masyarakat.
 
"Kesbangpol mengecam artinya tidak setuju dengan adanya tentara Allah yang sifatnya, mungkin alirannya tidak sesat, tapi yang dikhawatirkan akan ke arah sana," sahutnya.
 
Kesbangpol imbuh Didin, akan memberikan edukasi serta pembinaan kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan mengikuti berbagai kegiatan yang menyimpang dengan keyakinan agama serta aturan pemerintah. Ia berharap, masyarakat agar cerdas dan tidak mudah mengikuti ajakan berbagai kelompok.
 
"Kami akan memberikan pembinaan dan motifnya seperti apa deklarasi ini. Kemarin dari pemerintah desa, kecamatan, kepolisian, TNI, sudah protes, dan akhirnya membatalkan deklarasi," tegas Didin.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif