Rilis penggerebekan gawai rekondisi di Tangerang. Foto: Medcom.id/Hendrik S
Rilis penggerebekan gawai rekondisi di Tangerang. Foto: Medcom.id/Hendrik S

Pabrik iPhone Rekondisi di Tangerang Digerebek

Nasional gadget penggerebekan
Hendrik Simorangkir • 18 November 2019 07:38
Tangerang: Satreskrim Polresta Tangerang menggerebek pabrik sekaligus gudang penyimpanan gadget rekondisi merek iPhone di Ruko Grand Boulevard Blok E01/130, Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten. Dua pelaku berinisial R, 25 dan W, 28, ditangkap saat penggerebekan.
 
"Dua pelaku kesemuanya warga negara Indonesia (WNI). Keduanya mempunyai peran berbeda-beda. R berperan sebagai pemilik serta tanggung jawab tempat dan W perannya pengawas dan penjual. Sementara pelaku yang merakit dan mengemas hingga unit jadi berinisial M masih kita kejar keberadaannya," ujar Kapolresta Tangerang AKBP Ade Ary Syam Indradi, Minggu, 17 November 2019.
 
Ade mengatakan omzet bisnis gawai rekondisi itu mencapai Rp150 juta per bulan. Kegiatan terlarang ini sudah berlangsung selama dua bulan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Rata-rata mereka menjual telepon selular rekondisi ini sebanyak 50-100 unit per hari dengan satu unitnya memasang banderol Rp4-8 juta. Jika di total secara keseluruhan ada Rp8,5 miliar nilai barang (telepon selular) dari 1.697 unit iPhone yang kami gerebek ini," bebernya.
 
Ade menjelaskan para tersangka membeli gawai merek iPhone berbagai tipe rusak dari Singapura tanpa dilengkapi izin impor. Gawai kemudian direkondisi dengan mengganti komponen bukan original iPhone.
 
"Komponen bukan original itu di antaranya earphone, charger, LCD, dan komponen kamera," jelasnya.
 
Dari penggrebekan itu polisi menyita 1.697 unit iPhone berbagai tipe, empat unit solder, satu alat servis, satu unit mesin pencetak IMEI, satu unit laptop, satu unit power supply, dan ratusan dus iphone palsu.
 
"Pelaku menjualnya di berbagai toko online dengan nama toko Panda House dan Lin Store. Pelaku juga mencetak sendiri nomor IMEI palsu dan tanpa disertai garansi," ungkapnya.
 
Para tersangka dijerat pasal berlapis di antaranya Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf f dan j Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Pasal 104 dan 106 Undang-Undang Perdagangan, Pasal 120 ayat (1) Undang-Undang Perindustrian, Pasal 52 Undang-Undang Telekomunikasi, dan Pasal 3, 4, dan 5 Undang-Undang Pencegahan Pencucian Uang.
 
"Ancaman hukuman untuk para tersangka di atas lima tahun penjara," katanya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif