Sejumlah polisi masih bersiaga pascabentrok warga di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, Jumat, 29 November 2019. Dokumentasi/ istimewa
Sejumlah polisi masih bersiaga pascabentrok warga di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, Jumat, 29 November 2019. Dokumentasi/ istimewa

Polisi dan TNI Bersiaga di Lokasi Bentrok di Sultra

Nasional bentrokan
Abdul Halim Ahmad • 29 November 2019 15:23
Buton: 57 anggota Polisi yang berasal dari dari Polres Bau-Bau, Polsek Gu, Polsek Lakudo, Polsek Sangia Wambulu, dan 7 anggota TNI masih berjaga-jaga di lokasi bentrokan warga Desa Wadiabero, Kecamatan Sangia Wambulu dan Desa Mataneo, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Penjagaan dilakukan guna mengantisipasi terjadinya bentrok susulan.
 
Sebelumnya berdasarkan keterangan warga Desa Wadiabore bernama Faris, bentrokan terjadi pada pukul 22:30 WITA, Rabu, 27 November 2019. Saat itu sejumlah warga Desa Mataneo menyerang warga Desa Wadiabore tiba-tiba untuk mencari pelaku penikaman.
 
"Saya di dalam rumah dengan anak saya. Ketika kebakaran saya keluar, ditanya tunjuk pelakunya. Saya tidak tahu apa-apa. Saya baru bangun. Dia hanya suruh tunjukkan pelaku," kata Faris saat dikonfirmasi di kediamannya, Jumat, 29 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Faris menjelaskan dalam serangan tersebut warga Mataneo langsung membakar rumah Warga Desa Wadiabore karena tidak menemukan pelaku penikaman. Akibatnya 20 rumah warga dan 7 kendaraan roda dua terbakar.
 
"Yang nyerang banyak. Polisi saja lari. Polisi beberapa orang karena dia tetap serang, maka lari polisi." ungkap Faris.
 
Menurut Faris saat ini lokasi bentrokan tersebut telah konduksif dan tetap dijaga oleh aparat.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif