Purwanto, petani yang beralih memelihara lebah dan menghasilkan madu unggulan. Medcom.id/ Ahmad Mustawim
Purwanto, petani yang beralih memelihara lebah dan menghasilkan madu unggulan. Medcom.id/ Ahmad Mustawim

Kisah Profesor Lebah Penghasil Madu Terbaik Asia

Nasional lebah
Ahmad Mustaqim • 02 Desember 2019 14:12
Gunungkidul: Lelaki berkulit cokelat itu keluar dari rumahnya di Dusun Banaran 1, Desa Banaran, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berkaus putih lusuh dengan celana hitam, Purwanto, sosok dikenal 'profesor' lebah di wilayahnya. Kualitas madu yang dihasilkan dari beternak lebah diklaim terbaik di Asia.
 
Purwanto mulanya hanya petani hutan biasa. Seperti masyarakat Gunungkidul pada umumnya, ia bertani di ladang dengan menanam berbagai jenis tanaman palawija seperti kacang, jagung, dan padi saat musim hujan. Ia beternak lebah mulai tahun 80-an. Lebah yang ia pelihara ketika itu belum memiliki kualitas yang baik.
 
Sampai 1983, ia merasa penasaran saat sedang bertani di hutan. Ia melihat sekelompok lebah mengerumuni dedaunan pohon Akasia Mangium dan Eukaliptus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sering ke hutan melihat Akasia Mangium setinggi 10-15 meter. Melihat makan apa lebah ini (di hutan). Terdengar di atas di pucuk daun. Lain hari mengecek. Sebenarnya makan apa to lebah ini," kata Purwanto saat berbincang dengan Medcom.id, Senin, 2 Desember 2019.
 
Kisah <i>Profesor</i> Lebah Penghasil Madu Terbaik Asia
Deretan kotak berisi lebah madu di Hutan Wanagama. Medcom.id/ Ahmad Mustawim
 
Saat pagi hari Purwanto mengaku kembali ke hutan melihat daun Akasia yang masih basah karena embun. Ia penasaran kemudian menjilat daun basah tersebut dan mengetahui rasanya manis.
 
Dari situ ia yakin lebah-lebah tersebut mengambil sumber makanan dari dua jenis pohon itu. Purwanto mengatakan lebah mengambil sumber makanan, yakni nektar (cairan manis dari tanaman, bisa bunga atau daun) dari ujung daun dan kelopak bunga.
 
"Saya lalu mengecek, keluarnya nektar ini dari mana. Daun muda diambil dari ujung daun dan kelopaknya,” kata lelaki 65 tahun tersebut.
 
Melihat makanan yang khas untuk lebah itu, Purwanto mencoba menemui pengelola hutan Wanagama. Hutan Wanagama ini milik Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dikelola untuk keperluan pendidikan. Pemanfaatan lahannya dibuka untuk warga setempat berkebun. Purwanto kebetulan memang karyawan di Hutan Wanagama di bagian pengukuran tanaman.
 
"Saya yang awalnya tahu kalau (pohon Akasia Mangium dan Eukaliptus) itu makanan lebah. Dari fakultas (Kehutanan UGM) belum tahu bahwa ini makanan lebah. Saya lantas meminta izin ke pengelola Wanagama untuk memelihara lebah di sana," ungkap Purwanto.
 
Dari informasi Purwanto itu, penanaman pohon Akasia Mangium dan Eukaliptus diperbanyak. Dua jenis pohon itu sudah ada di hampir seluruh kawasan Hutan Wanagama, yakni petak 5, 18, 19, 17, dan 16.
 
Purwanto lantas memelihara lebah dalam jumlah besar. Dari semula hanya puluhan, hingga ada ratusan kotak. Ia saat ini memiliki 300 kotak rumah lebah di kawasan Hutan Wanagama. Di sisi lain, warga Desa Banaran juga ikut memelihara lebah.
 
Purwanto merupakan satu dari sekian kelompok petani hutan sekaligus peternak lebah. Sampai saat itu, ia memperkirakan lebih dari 3.000 kotak rumah lebah yang dipelihara di hutan Wanagama.

Madu terbaik Asia

Purwanto sejak 1984 memiliki andil besar bagi Hutan Wanagama maupun masyarakat Desa Banaran dan sekitarnya. Temuan pohon Akasia Mangium dan Eukaliptus sebagai sumber makanan lebah kemudian direspon serius oleh UGM.
 
Purwanto mengatakan UGM ketika itu menyebarkan informasi ke berbagai negara, baik Asia hingga Eropa, soal makanan khas lebah tersebut. Purwanto mengatakan pernah ada peneliti dan mahasiswa dari Tiongkok datang ke Hutan Wanagama untuk melihat sistem peternakan lebah serta kualitas madu yang dihasilkan.
 
"Mereka datang mengetes madu di sini. Katanya kualitasnya nomos satu di Asia. Sejelek-jeleknya madu di Hutan Wanagama, ini paling bagus dianggap orang Cina," beber Purwanto.
 
Temuan itu lantas membuat sejumlah pihak menyebut Purwanto sosok ‘profesor’ kendati tak menempuh sekolah. Sebab, ia hanya lulusan sekolah dasar (SD).
 
Dari madu berkualitas itu, Purwanto kemudian memberanikan diri untuk usaha mandiri. Ia lantas keluar dari susunan kepengurusan Hutan Wanagama, meskipun masih beraktivitas di sana. Di sisi lain Purwanto tetap diminta membantu pengelola Hutan Wanagama setiap saat ada yang ingin belajar pengelolaan lebah.

Manfaat ekonomi dan kelestarian hutan

Peternak lebah di kawasan Hutan Wanagama bisa mendapatkan keuntungan cukup besar. Madu dengan kualitas tinggi, harga jual madu bisa mencapai ratusan ribu rupiah.
 
Purwanto menerangkan madu hasil ternak lebah tidak susah untuk menjual. Ia sendiri sudah memiliki langganan yang membeli setiap panen madu. Ia menjual tidak ke pengepul.
 
"Pembeli ada dari Surabaya, Jakarta, dan Bandung. Ada yang kontak kalau mau panen. Mereka pesan, terus mengirimkan paket madunya," ujarnya.
 
Madu biasa dipanen saat musim semi, seperti bulan Juni, Juli, Agustus, September, dan Oktober. Bahkan, selagi hujan belum turun dengan intensitas tinggi bisa saja panen madu.
 
Saat panen setiap kotak bisa menghasilkan 3-5 kilogram madu dalam sebulan. Per kilogramnya dijual seharga Rp600 ribu. Purwanto sekali panen bisa dapat 15 hingga 20 kilogram.
 
"Madu di Hutan Wanagama tak perlu ditawar. Dari orang mana-mana itu yang beli. Mereka sudah tahu kualitas, rasa, dan keasliannya," ucapnya.
 
Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi akan melunturkan kandungan nektar di pepohonan. Kandungan nektar itu luntur bersama air hujan.
 
"Pas musim hujan, nektar keluar gak banyak karena luntur bersama air hujan. Cadangan makanannya dari pertanian, tepungsari dari (tanaman) kacang dan jagung," ujarnya.
 
Ia menambahkan peternakan lebah madu bukan semata untuk mengambil manfaatkan ekonomi. Menurut dia, beternak madu akan mengurangi potensi warga tergiur menebang pohon di hutan. "Ya, istilahnya untuk menanggulangi kerusakan hutan juga," pungkas Purwanto.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif