Seorang warga berada di puing rumahnya yang terbakar di kawasan Hom-hom, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Sabtu (12/10/2019). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Seorang warga berada di puing rumahnya yang terbakar di kawasan Hom-hom, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Sabtu (12/10/2019). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

WNA Dilarang Masuk ke Wamena Sementara Waktu

Nasional Kerusuhan Manokwari
Roylinus Ratumakin • 26 November 2019 19:07
Jayapura: Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura melarang sementara waktu Warga Negara Asing (WNA) berkunjung ke Kabupaten Jayawijaya. Larangan tersebut dikeluarkan dalam surat keputusan kepala kantor imigrasi Kelas I TPI Jayapura Nomor: W.30.IMI.IMI1.GR.03.05-0343 Tahun 2019, 4 Oktober 2019.
 
"Larangan ini atas permintaan dari Polres Jayawijaya. Karena keadaannya konflik bisa mengancam keutuhan NKRI sehingga dikhawatirkan ada pihak asing yang akan ikut campur malah memanas-manasi keadaan dan mengambil keuntungan bagi yang ada kepentingan," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura, Gatut Setiawan saat dikonfirmasi, Selasa, 26 November 2019.
 
Gatut menjelaskan larangan tersebut sesuai permintaan Polres Jayawijaya setelah adanya kerusuhan di Wamena 23 September 2019 lalu. Menurut Gatut larangan tersebut untuk mencegah masuknya agen rahasia asing yang akan membuat situasi Bumi Cenderawasih memanas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bisa saja orang asing itu merupakan agen rahasia, yang semakin meruncing situasi keadaan di Jayawijaya. Saya juga diperintahkan oleh kepala divisi saya pada saat itu, kemudian juga oleh direktur jenderal imigrasi untuk membuat semacam SK pembatasan, pelarangan atau penolakan yang bersifat sementara sampai dengan dinyatakan situasi kondisi di Jayawijaya sepenuhnya dinyatakan kondusif, maka larangan itu akan dicabut," jelas Gatut.
 
Menurut Gatut yang patut menyatakan situasi di Jayawijaya sudah sepenuhnya kondusif adalah Polres Jayawijaya. Gatut kembali mengatakan pelarangan tidak berlaku untuk WNA yang sudah menetap dan mempunyai pekerjaan.
 
"Kalau memang WNA tersebut mempunyai ijin tinggal sementara dan dia bekerja di sana, tidak mungkin kita tolak. Kami juga telah berkoordinasi dengan maskapai Trigana Air dan Wings Air memberi pencerahan, di mana hal ini semata-mata selain untuk mengamankan dan menyelamatkan orang asing, juga demi menjaga tegaknya kedaulatan dan keamanan negara," pungkas Gatut.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif