Dua warga Kulon Progo menerima penghargaan usai membantu penangkapan napi yang kabur. Medcom.id/Ahmad Mustaqim ?
Dua warga Kulon Progo menerima penghargaan usai membantu penangkapan napi yang kabur. Medcom.id/Ahmad Mustaqim ?

Penangkap Napi Kabur Rutan Kulon Progo Diganjar Hadiah

Nasional tahanan kabur
Ahmad Mustaqim • 30 Oktober 2019 15:51
Kulon Progo: Rumah Tahanan Kelas II B Wates, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta mengganjar penghargaan warga yang membantu menangkap Nara pidana (napi) yang kabur akhir pekan lalu. Ada dua warga yang menerima penghargaan ini.
 
Dua warga sipil yang diganjar penghargaan yakni ATM dan MRS. Mereka meminta disamarkan identitasnya karena sempat mendapat ancaman. Penghargaan bagi keduanya diberikan di Aula Rutan Kelas II B Wates, Rabu, 30 Oktober 2019.
 
Warga berinisial ATM menangkap dua Napi bernama Taufikurrohman dan Abdul Aziz. Kedua napi ini ditangkap di kawasan Dusun Blumbang, Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih, Kulon Progo, Minggu, 27 Oktober 2019 atau tak lama usai mereka kabur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


ATM mengaku dengan kesadaran membantu proses pencarian. Sebelum bergerak, ia sempat mencari informasi sekilas soal siapa saja napi yang kabur. "Di Dusun Blumbang, di situlah kita sama temen-temen bisa ketemu (menangkap napi yang kabur)," kata dia usai menerima penghargaan.
 
Pihaknya bersama warga sempat melakukan pendekatan persuasif lebih dulu sebelum membantu penangkapan. Kepada ATM, dua napi tersebut menyatakan hendak naik ojek meninggalkan kawasan Kulon Progo.
 
"Jadi ceritanya cari tumpangan (ojek), tapi saya dan warga gak mau. Nggak lama, mereka kami tangkap bersama pegawai Rutan," ungkapnya.
 
Lalu, warga berinisial MRS sebetulnya tak melakukan penangkapan. Lelaki berusia 65 tahun ini mengetahui napi bernama Sutristriyanto alias Trisno bersembunyi di ladang tanaman jagung di Desa Beji, Kecamatan Wates, Selasa, 29 Oktober 2019.
 
MRS secara kebetulan melihat Trisno yang dalam kondisi terluka di kaki kanannya. MRS mengaku sebetulnya hendak mencari sabit tetangganya yang hilang di ladang jagung usai mencari rumput.
 
Mengetahui ada sesosok Trisno, MRS mengatakan sempat mendapat ancaman agar tidak melaporkan keberadaannya kepada siapapun. Di sisi lain, MRS sempat diminta memijat kaki Trisno. "Tapi saya tolak," kata dia.
 
Dapat ancaman, MRS tak mengindahkan. Ia lantar melaporkan kepada pihak Rutan Kulon Progo usai mengingat adanya informasi napi kabur.
 
"Saya sempat bingung juga. Ketimbang saya repot juga kalau ada apa-apa di ladang, ya saya laporkan," katanya.
 
Dari laporan MRS, pegawai Rutan dan sejumlah aparat menangkap Trisno. Trisno pun ditangkap tanpa perlawanan karena luka di bagian kaki kanannya.
 
Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas II B Wates, Priyatno, mengungkapkan, pemberian penghargaan semata wujud rasa terima kasih. Menurut dia, pihak Rutan juga berencana memberikan penghargaan serupa kepada pihak lain yang sudah membantu.

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif