Ilustrasi--Pendopo Keraton Agung Sejagat yang belum rampung dibangun. (Foto: ANTARA/Heru Suyitno)
Ilustrasi--Pendopo Keraton Agung Sejagat yang belum rampung dibangun. (Foto: ANTARA/Heru Suyitno)

Kesultanan Selacau Muncul di Tasikmalaya

Nasional kepercayaan
Kristiadi • 18 Januari 2020 11:43
Tasikmalaya: Fenomena kemunculan 'kerajaan' di era modern tak cuma Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah, atau Sunda Empire di Bandung, Jawa Barat. Belakangan ikut muncul Kesultanan Selacau Tunggul Rahayu di Kecamatan Parung Ponteng, Tasikmalaya, Jawa Barat.
 
Kesultanan itu didirikan Rohidin, 40, warga Parung Ponteng, Tasikmalaya. Ia mengaku sebagai keturunan kesembilan Raja Padjadjaran Surawisesa, dengan gelar Sultan Patra Kusumah VIII.
 
Rohidin mengeklaim Kesultanan Selacau telah mendapat legalisasi fakta sejarah dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2018, sebagai warisan budaya peninggalan Kerajaan Padjajaran masa kepemimpinan Raja Surawisesa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, Selacau punya dua literatur leluhur yang diajukan ajukan pada 2004 ke PBB. Baru pada 2018 keluar putusan warisan kultur budaya peninggalan sejarah di kepemimpinan Surawisesa.
 
"Fakta sejarah dikeluarkan oleh lembaga PBB, pertama nomor warisan dan izin pemerintahan kultur. Kedua izin referensi tentang keprajuritan, lisensinya seni dan budaya," kata Rohidin, Sabtu, 18 Januari 2020.
 
Uniknya, keberadaan Kesultanan Selacau telah diketahui sejak lama oleh masyarakat sekitar, bahkan memiliki area pusat Kesultanan semacam istana yang berdiri megah sampai sekarang.
 
Rohidin mengungkapkan Kesultanan Selacau berdiri sebagai wujud nyata pelestarian warisan leluhur era kepemimpinan Surawisesa. Selama ini, kesultanan yang dipimpinnya berbentuk yayasan dan memiliki kabinet laiknya kerajaan. Kesultanan Selacau juga memiliki batas terirorial dan telah berdiri dari wilayah Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan Pangandaran bagian Selatan.
 
"Kami mengakui NKRI harga mati dan kami warga negara Indonesia. Kesultanan hanya upaya melestarikan kebudayaan, karena selama ini (bergerak) sebagai penggiat budaya," jelasnya.
 
Lebih lanjut, kata Rohidin, Kesultanan Selacau memiliki menteri, deputi, hingga pejabat daerah. Kabinet itu baru disahkan pada 2018 pascalegalisasi PBB.
 
Struktur organisasi dibuat dengan penamaan kesultanan. Seperti Mangkubumi atau jabatan setingkat menteri, sedangkan di tingkat kabupaten disebut Tumenggung atau Demak.
 
Jajaran kementerian di Kesultanan Selacau di antaranya, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesejahteraan Kementerian Pendidikan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Perhubungan.
 
"Tetapi Kesultanan Selaco itu bukan Negara di dalam Negara," tegasnya.
 
Rohidin menambahkan keberadaan Kesultanan Selaco nyata dan tak pernah bersembunyi dalam berkegiatan. Bahkan istana kesultanannya pun berdiri megah di Kecamatan Parung Ponten, Tasikmalaya. Kesultanan juga terbuka bagi masyarakat.
 
"Kesultanan Selacau Tunggul Rahayu muncul sebelum ramai Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire. Namun, kepemimpinan yang selama ini dilakukan sudah resmi dikeluarkan oleh PBB dan memiliki izin referensi tentang keprajuritan termasuk lisensinya seni dan budaya," pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif