Ilustrasi. FOTO: Pertamina
Ilustrasi. FOTO: Pertamina

Jabar Salurkan Bansos BBM Mulai Oktober

Roni Kurniawan • 26 September 2022 16:50
Bandung: Pemerintah Provinsi Jawa Barat baru akan menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada Oktober 2022. Bantuan tersebut baru bisa disalurkan pada Oktober karena Pemprov Jabar baru mengesahkan anggaran perubahan APBD 2022.
 
Gubernur Jabar, Ridwan Kami, mengatakan pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp225 miliar yang merupakan dana gabungan dari provinsi dan kota/kabupaten untuk menyalurkan bantuan terhadap warga terdampak kenaikan harga BBM bersubsidi. Besaran bantuan pun sama halnya dengan yang disalurkan oleh pemerintah pusat yakni sebesar Rp600 ribu untuk empat bulan terhitung sejak September hingga Desember 2022.
 
"Karena perubahan baru diketok palu, dan Jawa Barat akan dibagikan pertanggal 15 Oktober. Besarannya sama Rp600 ribu juga. Total sekitar Rp225 miliar, kombinasi dari provinsi dan dari kota/kabupaten," kata Ridwan Kamil di Kota Bandung, Senin, 26 September 2022.
 
Baca: 79.757 Pekerja di Kaltim Sudah Menerima BSU Tahap Pertama

Dia menjelaskan hingga kini Pemprov Jabar serta 27 kota/kabupaten tengah melakukan validasi data untuk penerima bantuan tersebut. Pasalnya Emil khawatir akan terjadi duplikasi penerima bantuan tersebut, sehingga masih banyak warga yang tidak mendapatkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Rakyat Jawa Barat yang diberi bantuan BLT itu sangat banyak, ada kelompok buruh dengan subsidi rumahnya, ada PKH dengan BLT, ada warga tidak mampu di desa juga kemudian memperoleh bantuan. Kemudian sejutaan UMKM dari kementerian koperasi. Sehingga kita sedang mengatur agar dana terkait dampak BBM dari provinsi dan dari kota/kabupaten itu tidak bentrok atau duplikasi," jelas Emil.
 
Emil menuturakan ada beberapa kategori yang akan mendapatkan bantuan tersebut mulai dari petani, nelayan, buruh, hingga pengemudi transportasi daring atau ojek online (ojol). Hal itu dilakukan, lanjut Emil, sebagai upaya pemerataan penyaluran bantuan sehingga bisa meringankan beban bagi warga, juga sebagai upaya untuk menekan inflasi dampak kenaikan harga BBM bersubsidi.
 
"Tapi intinya sampai Desember semua akan kita selesaikan sehingga kombinasi BLT dari pusat, provinsi, kota/kabupaten meringankan beban rakyat Jawa Barat," ungkapnya.
 
(DEN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif