Prosedur pemakaman jenazah covid-19. (Clicks.id/Metro TV)
Prosedur pemakaman jenazah covid-19. (Clicks.id/Metro TV)

Ramai Anggaran Pemakaman Covid-19 di Jember, Polisi Periksa BPBD

Nasional Pemakaman Umum covid-19 pandemi covid-19 jenazah covid-19 PPKM Darurat
Clicks.id • 29 Agustus 2021 06:43
Jember: Polisi menyelidiki pengelolaan pemakaman pasien covid-19 oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur. Langkah itu untuk mengetahui adanya pelanggaran atau tidak dalam proses tersebut.
 
"Kami menindaklanjuti informasi dari masyarakat berkaitan dengan pengelolaan penganggaran pemakaman pasien covid-19. Ini masih dalam penyelidikan awal. Kami akan mengambil keterangan dari beberapa saksi, terkait hal tersebut. Sementara ini kami mengambil keterangan dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jember," kata Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Komang Arya Wiguna, melansir Clicks.id, Minggu, 29 Agustus 2021.
 
Usai memeriksa saksi, pihaknya akan melakukan gelar perkara untuk menentukan langkah penyelidikan selanjutnya. Polisi akan melihat aturan soal anggaran pemakaman tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kami akan melakukan pendalaman dan pengembangan penyelidikan. Kami masih fokus pada dugaan pengelolaan penganggaran pemakaman covid-19,” ucap Komang.
 
Baca: Bupati Jember Kembalikan Honor Pemakaman Covid-19
 
Dalam beberapa bulan terakhir, muncul sejumlah hal di BPBD soal pemakaman pasien covid-19 yang dipersoalkan publik. Semula soal belum dicairkannya honor untuk tenaga pemakaman. Terakhir soal honor kegiatan pemakaman yang menyebutkan nama bupati, sekretaris daerah, Kepala BPBD, dan Kepala Bidang di BPBD sebagai bagian penerima honor kegiatan.
 
Sementara itu Pelaksana Tugas Kepala BPBD Jember Djamil mengatakan, akan taat pada proses hukum yang berlaku. “Kami sudah melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai ketentuan yang kami pahami. Kami sampaikan keterangan-keterangan yang memang diperlukan aparat penegak hukum,” katanya, Sabtu, 28 Agustus 2021.
 
Menurut Djamil, polisi menanyakan ke bendahara BPBD seputar dokumen, surat pertanggungjawaban, tanda terima. Djamil mengungkap,  pemakaman covid sudah ada sejak Maret-April 2020.
 
"Kok ramainya sekarang? Pemakaman covid ini bukan hal baru. Sebagai gambaran, antara April-Desember 2020 itu kurang lebih seribu pemakaman, hampir sama dengan pemakaman Juli 2021," bebenrya.
 
Djamil menegaskan sudah taat aturan penganggaran. “Kami mau main-main apa. Kok memikirkan anggaran. Memikirkan masalah pemakaman ndas e wis pecah,” katanya emosi.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif