Depot Gas Oksigen di Jalan Lawanggintung Kota Bogor, meyalani isi ulang gas oksigen untuk tabung berukuran kecil (ANTARA/TL/Riza H)
Depot Gas Oksigen di Jalan Lawanggintung Kota Bogor, meyalani isi ulang gas oksigen untuk tabung berukuran kecil (ANTARA/TL/Riza H)

Kota Bogor Langka Gas Oksigen

Antara • 05 Juli 2021 06:02
Bogor: Kota Bogor mengalami kelangkaan gas oksigen menuyusul meningkatnya pasien positif covid-19. Kelangkaan diduga akibat pasokan dari agen gas di DKI Jakarta berkurang.
 
Melansir Antara, kelangkaan terlihat dari sejumlah depot gas oksigen di Kota Bogor, Jawa Barat. Seperti di Jalan Raya Otista, di Jalan Kebon Pedes, Jalan Raya Semplak, dan Jalan Lawanggintung.
 
Pemilik sebuah depot gas oksigen di Jalan Lawanggintung, Bogor Selatan, Kota Bogor, pada Minggu, 4 Juli 2021, Indri, mengatakan kelangkaan gas oksigen di Kota Bogor, terjadi sejak sepekan terakhir.

"Biasanya kami dipasok gas oksigen sekitar 25-30 tabung gas besar berukuran 6 m3, tapi sejak sepekan terakhir pasokan berkurang menjadi sekitar 10 tabung gas besar berukuran 6 m3," kata Indri.
 
Baca: Pemerintah Berusaha Memenuhi Ketersediaan Oksigen
 
Indri menuturkan, di depotnya menjual gas oksigen rata-rata sekitar 180 m3 per hari, yakni 30 tabung besar dengan kapasitas 6 m3 atau dengan tabung berukuran lebih kecil dengan kapasitas 2 m3. Namun, sejak sepekan terakhir, pasokan gas oksigen dari agennya di Manggarai, Jakarta, berkurang. Sehingga volume penjualanya juga berkurang.
 
Menurut Indri, pasokan gas yang terbatas itu diutamakan untuk kebutuhan perorangan dan rumah sakit. Sedangkan untuk kebutuhan bengkel las dan pekerjaan proyek dihentikan sementara.
 
"Kebutuhan perorangan biasanya dimanfaatkan untuk membantu pernafasan pasien covid-19," ucapnya.
 
Baca: Kematian Akibat Covid-19 di Tangerang Bertambah 26 Kasus
 
Dia menjelaskan, dari sekitar 10 tabung gas besar berukuran 6 m3 atau 60 m3, dibagi-bagi ke tabung berukuran kecil untuk kebutuhan perorangan. Gas oksigen pada tabung kecil yakni berukuran, 2 m3, 1,5 m3, dan 1 m3. Isi ulang gas oksigen untuk tabung berukuran 2 m3 Rp55.000, tabung 1,5 m3 Rp45.000, dan tabung 1 m3 Rp 35.000.
 
"Pembelinya ramai sekali tapi karena stoknya terbatas sehingga kami melayani siapa yang duluan membeli. Hanya sebentar saja, penjualannya sudah habis," katanya.
 
Indri menceritakan, ada pegawai dari rumah sakit juga mencari gas oksigen ke depotnya. Karena kebutuhan di rumah sakit tersebut berkurang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan