Rangkaian kereta MRT Jakarta. Foto: Medcom.id/Dian Ihsan Siregar.
Rangkaian kereta MRT Jakarta. Foto: Medcom.id/Dian Ihsan Siregar.

Tangsel Tertarik Bangun MRT dengan Pendanaan Swasta

Nasional Proyek MRT
Ilham wibowo • 16 April 2019 07:11
Tangerang: Pemerintah Kota Tangerang Selatan kini tengah menanti hasil studi kelayakan atau feasibility study (FS) proyek penyambungan jalur kereta Moda Raya Terpadu (MRT). Kehadiran fasilitas transportasi umum ini diharapakan menjadi pilihan utama masyarakat.
 
Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengatakan, pihaknya tertarik membangun proyek ini dengan mekanisme pendanaan bersama pihak swasta. Rencananya skema Kerja sama pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) bakal dipilih untuk melanjutkan rute yang sudah ada di DKI Jakarta.
 
"Pendanaannya KPBU, nanti kita lihat mana sajanya kan ada market soundingnya," ucap Airin ditemui di sela acara Indonesia Industrial Summit (IIS) 2019 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Senin, 15 April 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Airin, proses FS yang dilakukan pihak PT MRT Jakarta saat ini tengah dilakukan di beberapa titik yang menjadi alternatif pilihan. Diharapkan pada Juni 2019 mendatang hasil FS sudah bisa rampung untuk dilanjutkan ke tahapan proyek selanjutnya.
 
"Nah mudah-mudahan target mereka selesai untuk FS-nya di bulan Juni," ujarnya.
 
Hasil FS tersebut nantinya bakal dikaji mendalam oleh Pemerintah Kota Tangsel. Setelah itu, rencana proyek akan dikoordinasikan bersama Pemprov DKI Jakarta hingga Kementerian Perhubungan.
 
"Kalau sudah selesai menyampaikan ke kita, nanti kita sama-sama dengan PT MRT menghadap Pak Gubernur DKI," ungkapnya.
 
Baca: Proyek MRT Fase II Ditargetkan Rampung 2024
 
Airin mengaku, telah memberikan permintaan rute khusus kepada PT MRT Jakarta agar bisa melewati wilayah Ciputat dan Pamulang. Penentuan rute, kata dia, perlu mempertimbangkan segala kemungkinan seperti tata ruang dan potensi jumlah penumpang.
 
"Belum ada gambaran, yang pasti ada beberapa rute permintaan saya supaya bisa masuk ke Ciputat, bisa masuk ke daerah Pamulang itu kan banyak masyarakatnya di situ. Tapi ya kita tunggu aja hasil FS-nya seperti apa," tuturnya.
 
Fase pertama MRT Jakarta selesai dibangun meliputi Stasiun Bundaran HI hingga Lebak Bulus dengan nilai investasi sebesar Rp17 triliun. Pendanaan seluruhnya berasal dari pinjaman pemerintah Jepang melalui Japan Internasional Coorperation Agency (JICA).
 
Setelah itu, PT MRT Jakarta akan memulai pembangunan fase dua yang meliputi Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Kampung Bandan. Setidaknya dibutuhkan uang sekitar Rp 25 triliun untuk pembiayaan fase dua tersebut. Jumlah itu belum ditambah Rp2,6 triliun sebagai duit konsekuensi variations order dan price adjustments.
 
Pada 2020, MRT berencana membangun fase tiga sepanjang 33 kilometer. Fase tiga dimulai dari Kalideres, Jakarta Barat, hingga Ujung Menteng, Jakarta Timur.
 
PT MRT Jakarta juga akan memperlebar jangkauan hingga Jawa Barat dan Banten. Fase ini akan dimulai dari Cikarang (Jawa Barat) hingga Balaraja (Banten).
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif