87.000 Korban Bencana di Palu Masih Mengungsi
Pengungsi korban gempa, tsunami dan likuifaksi di lokasi pengungsian lapangan Masjid Agung Darussalam, Kamonji, Palu Barat, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (10/10). MI/RAMDANI.
Palu: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu mencatat masih sekitar 87.000 warga yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian. Korban umumnya mengungsi pada titik-titik pengungsian di setiap kelurahan maupun kecamatan terdampak bencana. Sebagian lagi masih di depan rumah tinggal yang rusak ringan sampai berat.

"Jumlah ini sudah mengalami penurunan dibanding minggu-minggu awal pascabencana," kata Kepala BPBD Kota Palu Presly Tampubolon seperti dilansir Antara, Selasa, 6 November 2018.

Presly menjelaskan, pada pekan-pekan awal pascabencana 28 September 2018, jumlah pengungsi tercatat sekitar 98.000 orang.


Namun, ia memastikan jumlah tersebut akan semakin berkurang seiring kondisi Kota Palu yang semakin baik dari aspek sosial, ekonomi, dan keamanan, sehingga mereka berangsur-angsur kembali ke rumah mereka yang masih bisa dihuni.

"Bagi warga yang masih memiliki rumah dan rumahnya hanya rusak ringan namun masih mengungsi, kita perlu memberikan semacam edaran agar dapat kembali ke rumahnya," ungkap Presly.

Presly menyebutkan, hingga saat ini intensitas pengungsi yang melaporkan kekurangan kebutuhan pokok juga semakin berkurang. Berbeda pada pekan ke tiga pascabencana, Pemerintah Kota Palu mendapat banyak laporan pengungsi yang belum menerima bantuan ataupun sehingga kekurangan kebutuhan pokok hingga ke tingkat RT.

"Tidak banyak lagi yang melapor. Jika masih ada yang melapor kami akan langsung turun ke titik pengungsian yang dilaporkan agar bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan merata," pungkas Presly.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id