Polisi dan TNI Jemput Belasan Jenazah Korban Penembakan Nduga

Andi Aan Pranata 07 Desember 2018 17:51 WIB
Pembunuhan Puluhan Pekerja di Papua
Polisi dan TNI Jemput Belasan Jenazah Korban Penembakan Nduga
Sejumlah ambulans disiagakan di Lanud Hasanuddin Makassar untuk menjemput korban penembakan di Papua
Makassar: Sebanyak 14 jenazah korban penyerangan kelompok bersenjata di Nduga, Papua, dijadwalkan tiba dengan pesawat Hercules di Pangkalan Udara TNI AU Hasanuddin Makasssar, Sulawesi Selatan, Jumat 7 Desember 2018 petang. Jelang penyambutan pesawat, sejumlah persiapan mulai terlihat di lokasi.

Menurut pantauan di Lanud Hasanuddin, petugas TNI dan Kepolisian sudah bersiaga sejak siang. Sejumlah kendaraan ambulans mulai disiapkan untuk mengangkut jenazah menuju rumah duka masing-masing. Tampak juga beberapa keluarga korban yang datang untuk menjemput.

Kepala Penerangan Lanud Hasanuddin Mayor Sus Yenny Purwani mengatakan, pesawat yang mengangkut jenazah telah berangkat dari Timika, Papua, sejak pukul 15.00 Wit. Pesawat diperkirakan sampai di Makassar pukul 18.06 Wita.


"Dari 16 jenazah yang diterbangkan, 14 turun di sini (Makasssar). Dua lainnya ke Jakarta," kata Yenny.

Jenazah korban penembakan rencananya akan disambut sebelum diserahkan kepada keluarga. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto dijadwalkan hadir memimpin penyambutan. Selain itu, turut hadir pimpinan lintas lembaga, Kapolda Sulsel, Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Panglima Koopsau II, Komandan Lanud Hasanuddin, dan pimpinan Pemprov Sulsel.

Sebelumnya Kepala Bidang Humas Polda Sulsel KombesDicky Sondani jenazah selanjutnya akan dikirim ke sejumlah daerah. Selain Makassar, korban ada yang berasal dari Toraja; Palu, Sulawesi Tengah; Tenggarong, Kalimantan Timur; dan Nusa Tenggara Timur.

Saat bersamaan, dua jenazah lain dikirim ke Sumatera Utara melalui pesawat lain yang akan transit di Jakarta. Sehingga ada total 16 jenazah yang diterbangkan dari Papua.

"Pihak perusahaan memberikan kuota masing-masing jenazah maksimal tiga orang keluarga sebagai pendamping atau pengantar," ujar Dicky.




(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id