Ilustrasi Medcom.id
Ilustrasi Medcom.id

Oknum Polisi Pemeras Pengendara Motor di Bogor Ditangkap

Nasional pelanggaran etik Pelanggaran Anggota Polri Kota Bogor
Rizky Dewantara • 25 April 2022 17:23
Bogor: Polresta Bogor Kota menangkap oknum polisi nama Bripka SHS yang bertugas di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Tanah sareal. Oknum tersebut memeras warga yang kena tilang kendaraan bermotor.  
 
"Polresta Bogor Kota memerintahkan dari unsur Propam untuk melaksanakan penyelidikan dan langsung mengamankan Bripka SHS ini di rumahnya dan dilakukan pemeriksaan juga dilaksanakan pengamanan di ruangan khusus selama 7 hari ke depan sambil menunggu proses persidangan dari komisi kode etik Polri," ujar Wakapolresta Bogor Kota, AKBP Ferdy Irawan kepada wartawan, Bogor, Jawa Barat, Senin, 25 April 2022.
 
Ia menjelaskan, yang bersangkutan juga telah mengakui perbuatannya. Motifnya untuk mencari keuntungan pribadi dengan melakukan pemerasan terhadap masyarakat. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sambung dia, bedasarkan pengakuan pelaku, Bripka SHS meminta uang kepada korban sebesar Rp. 2,2 juta, lalu setelah negosiasi dengan korban terjadilah transaksi sebesar Rp1 juta 20 ribu rupiah. 
 
Baca: Viral Ancam Patahkan Leher Wali Kota Medan Bobby Nasution, Pria Ini Ditangkap
 
"Uang sebesar itu tidak langsung di serahkan korban ke oknum tersebut, melainkan ke pihak keluarganya melalui transfer," jelasnya. 
 
Menurut Ferdy, Bripka SHS itu sendiri, bertugas sebagai anggota SPKT di Polsek Tanah sareal. Yang bersangkutan sebelumnya pun telah menjalani pemeriksaan pelanggaran kode etik tiga kali. 
 
Kronologinya, oknum polisi itu pada pukul 4 pagi dari Polresta Bogor menuju rumah korban di sekitar Jalan Pdjajaran tepatnya di depan Perumahan Pajajaran Indah. Ia melihat perangkat kendaraan yang tidak lengkap, kemudian memberhentikan dan memeriksa, menanyakan si pengendara motor tersebut. 
 
"Korban dengan nama saudara Adit, lalu terlapor menanyakan kelengkapan sepeda motornya karena ada perlengkapan yang tidak lengkap kemudian oknum polisi menakut-nakuti korban akan menahan saudara Adit selama 14 hari," bebernya. 
 
Lebih lanjut, takut karena ada ancaman tersebut, korban menuruti permintaan dari oknum polisi tersebut untuk memberikan uang yang diminta dari oknum polisi tersebut. 
 
"Kita akan ajukan oknum tersebut ke sidang kode etik polri, ancaman hukumannya sampai ke surat Pemberian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Barang bukti yg diamankan yakni uang hasil transferan dari korban ke Bripka SHS," akunya. 
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif