Jambi: Wali Kota Jambi Syarif Fahsa meyakinkan warganya bahwa ternak sapi untuk hewan kurban Iduladha 1443 H pada Juli mendatang sehat dan layak konsumsi.
Menurut dia, pemkot telah membuat alur pengawasan. Setiap pemasok harus berkoordinasi memastikan kesehatan ternaknya melalui instansi teknis terkait.
"Pemeriksaan juga akan dilakukan secara komprehensif, sehingga dipastikan ternak yang akan jadi hewan kurban layak sembelih dan dikonsumsi. Ternaknya juga dipasangi label bebas PMK (penyakit mulut dan kuku)," kata Syarif Fasha, Rabu, 15 Juni 2022.
Meski ditenggarai tidak akan menular kepada manusia, Syarif Fasha menyebutkan pihaknya sudah membentuk tim khusus untuk mengawasi alur distribusi ternak besar maupun ternak kecil yang masuk Kota Jambi.
Baca juga: Pemkab Cianjur Izinkan Hewan Kurban dari Luar Kota
Tim dimaksud juga bertugas untuk mengeleminasi penularan dengan vaksinasi dan pengobatan kepada ternak yang terdeteksi sakit dengan gejala PMK.
"Sebagian besar ternak dipasok dari Lampung, yang sampai saat ini masih terbilang aman PMK. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir untuk meneruskan niatnya melaksanakan kurban pada Iduladha tahun ini," katanya.
Sementara itu, untuk harga hewan kurban di Kota Jambi sampai saat ini dipastikan relatif masih stabil. Begitu juga daging sapi atau daging kerbau yang diperjualbelikan di pasar tradisional di Kota Jambi.
"Sampai Rabu masih stabil. Untuk daging sapi berkisar di harga Rp130 Ribu per kilogram," imbuhnya.
Jambi: Wali Kota Jambi Syarif Fahsa meyakinkan warganya bahwa ternak sapi untuk hewan kurban Iduladha 1443 H pada Juli mendatang
sehat dan layak konsumsi.
Menurut dia, pemkot telah membuat alur pengawasan. Setiap pemasok harus berkoordinasi memastikan kesehatan ternaknya melalui instansi teknis terkait.
"Pemeriksaan juga akan dilakukan secara komprehensif, sehingga dipastikan ternak yang akan jadi hewan kurban layak sembelih dan dikonsumsi. Ternaknya juga dipasangi label bebas PMK (penyakit mulut dan kuku)," kata Syarif Fasha, Rabu, 15 Juni 2022.
Meski ditenggarai tidak akan menular kepada manusia, Syarif Fasha menyebutkan pihaknya sudah membentuk tim khusus untuk mengawasi alur distribusi ternak besar maupun ternak kecil yang masuk Kota Jambi.
Baca juga:
Pemkab Cianjur Izinkan Hewan Kurban dari Luar Kota
Tim dimaksud juga bertugas untuk mengeleminasi penularan dengan vaksinasi dan pengobatan kepada ternak yang terdeteksi sakit dengan gejala PMK.
"Sebagian besar ternak dipasok dari Lampung, yang sampai saat ini masih terbilang aman PMK. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir untuk meneruskan niatnya melaksanakan kurban pada Iduladha tahun ini," katanya.
Sementara itu, untuk harga hewan kurban di Kota Jambi sampai saat ini dipastikan relatif masih stabil. Begitu juga daging sapi atau daging kerbau yang diperjualbelikan di pasar tradisional di Kota Jambi.
"Sampai Rabu masih stabil. Untuk daging sapi berkisar di harga Rp130 Ribu per kilogram," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)