Unsur Muspika Surade saat melayat ke salah satu rumah remaja di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang menjadi korban meninggal dunia usai pesta minuman keras oplosan di salah satu villa di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi pada Jumat,
Unsur Muspika Surade saat melayat ke salah satu rumah remaja di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang menjadi korban meninggal dunia usai pesta minuman keras oplosan di salah satu villa di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi pada Jumat,

Pesta Miras Oplosan, 2 Remaja di Sukabumi Tewas

Antara • 30 Januari 2022 23:25
Sukabumi: Usai pesta minuman keras oplosan bersama beberapa rekannya pada Jumat, 28 Januari 2022, dua remaja di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jampangkulon.
 
"Saat dilarikan ke rumah sakit kondisi kedua korban sudah kritis dan nyawanya pun tidak berhasil diselamatkan. Diduga penyebab kematian kedua remaja akibat mengonsumsi minuman keras pada Sabtu malam," kata Kapolsek Surade Iptu Asep Sundana di Sukabumi pada Minggu, 30 Januari 2022.
 
Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, kedua remaja korban minuman keras oplosan berinisial Ar (16) warga Kampung Tegalpari, RT 10, RW 03, Desa Kadaleman dan Re (16) warga Kampung Cibuyur, RT 09, RW 07, Kelurahan Surade.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ar tercatat sebagai pelajar di salah satu SMK di Kecamatan Surade sementara korban lainnya yakni Re merupakan anak putus sekolah. Kedua remaja ini sudah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) yang tidak jauh dari rumahnya setelah pihak keluarga menolak jasad korban untuk diotopsi dan membuat surat keterangan yang ditandatangani di atas materai serta menganggap kematian ini merupakan musibah.
 
Baca juga: Yogyakarta Tunggu Aturan Vaksinasi Booster untuk Ibu Hamil
 
Tewasnya dua remaja yang masih berusia di umur ini berawal pada Jumat, 28 Januari 2022, sekitar pukul 17.00 WIB janjian dan berangkat dengan menggunakan sepeda motor bersama sejumlah rekannya untuk pesta minuman keras oplosan di Villa Asabaland, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.
 
Pada malam harinya di villa tersebut korban dan rekan-rekannya meracik minuman keras yang dicampur dengan serbuk suplemen penambah energi. Sambil mengobrol dan bercanda mereka menikmati minuman haram pencabut nyawa tersebut.
 
Beberapa saat kemudian, korban dan rekan-rekannya mulai merasakan pusing dan mulas serta akhirnya memutuskan untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Saat tiba di rumahnya Ar dan Re langsung kejang-kejang dan mengeluarkan busa dari mulutnya.
 
Orang tua kedua korban langsung melarikan putranya itu ke RSUD Jampangkulon untuk mendapatkan pertolongan tim medis. Kondisi kesehatan korban yang terus menurun dan tidak ada tanda membaik akhirnya pada Sabtu, 29 Januari 2022, sekitar pukul 17.00 WIB, Ar menghembuskan nyawa terakhirnya yang disusul Re sekitar pukul 17.30 WIB di RSUD Jampangkulon.
 
Menurut Asep, pihaknya sempat meminta izin kepada orang tua korban untuk dilakukan optopsi namun ditolak dengan alasan kejadian yang merenggut nyawa anaknya tersebut merupakan musibah sehingga mereka membuat surat keterangan penolakan untuk tidak diotopsi.
 
"Kami masih melakukan penyelidikan terkait kasus kematian kedua remaja ini usai menenggak minuman keras oplosan dan keterangan dari beberapa saksi yang merupakan korban selamat minuman keras itu sengaja mereka racik sendiri," tambahnya.
 
Asep mengatakan dari pengakuan korban selamat usai menenggak minuman keras oplosan kepala mereka langsung pusing disertai mulas, tetapi saat ini kondisinya sudah jauh membaik.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif