Bantuan logistik untuk pelaku isolasi mandisi. Medcom.id/Rhobi Shani
Bantuan logistik untuk pelaku isolasi mandisi. Medcom.id/Rhobi Shani

Nilai Bantuan Logistik Isolasi Mandiri di Jepara Naik

Nasional Virus Korona bantuan isolasi mandiri
Rhobi Shani • 05 Januari 2021 14:39
Jepara: Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menambah nilai bantuan logistik (banlog) bagi pelaku isolasi mandiri (isman) covid-19. Tahun lalu, banlog berupa sembako senilai Rp109 ribu, naik menjadi Rp160 ribu.
 
Bupati Jepara, Dian Kristiandi, mengatakan peningkatan nilai banlog untuk menambah isi paket banlog. Sehingga semua kebutuhan pelaku isman dapat tercukupi dengan banlog.
 
“Peningkatan nominal untuk menambah beberapa bahan pokok. Harapannya selama Isman, kebutuhan dasar pelaku Isman dapat tercukupi,” kata Dian, Selasa, 5 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tahun ini pemerintah Kabupaten Jepara menyiapkan anggaran biaya tidak terduga (BTT) sebanyak Rp10 miliar. Selain untuk banlog, BTT juga akan digunakan Pemkab bila harus memberikan bantun sosial (Bansos) dampak covid-19 untuk masyarakat.
 
“(Bansos) Yang untuk 2021 memang tidak ada. Tapi kami menyiapkan anggaran di belanja tidak terduga. Kalau kondisi ini memang masih dalam status kedaruratan, maka bisa menggunakan pos anggaran  belanja tidak terduga,” ujar Dian.
 
Baca: Warga Lampung Terima BST Dampak Pandemi Covid-19
 
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Kusmiyanto, mengatakan skema penyaluran banlog masih sama seperti tahun lalu. Yaitu melalui Pukesmas atas usulan dari bidan desa atau pemerintah desa.
 
“Karena penyalurannya melalui Puskesmas ada beberapa barang yang diganti, karena distribusi ke masyarakat butuh waktu dan biasanya tidak langsung dimanfaatkan penerima. Misalnya telur, dari kami baru tapi begitu diterima masyarakat sudah tidak bisa dikonsumsi sehingga itu kami ganti,” kata Kusmiyanto.
 
Banlog bagi pelaku isman menggunakan anggaran BTT. Setiap bulan BPBD Kabupaten Jepara akan mengajukan kepada bupati untuk belanja banlog sesuai jumlah pengajuan dari Puskesmas.
 
“Jadi kami tidak mengelola anggaran itu,” kata Kusmiyanto.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif