Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Zona Oranye Covid-19 di Banten Berkurang

Nasional Virus Korona perokok dan covid-19 zona covid-19
Hendrik Simorangkir • 11 November 2020 16:44
Tangerang: Gubernur Banten, Wahidin Halim, mengungkapkan zona oranye penyebaran covid-19 di wilayahnya berkurang. Zona tersebut berkurang dari delapan menjadi enam di kabupaten/kota di Banten.
 
"Alhamdulillah Provinsi Banten dengan hasil pemetaan dan laporan untuk covid-19, zona oranye sudah berkurang. Sekarang untuk Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Pandeglang telah keluar dari zona oranye, sekarang zona kuning," ujarnya, Rabu, 11 November 2020.
 
Wahidin menuturkan, walaupun kondisi semakin baik dan tingkat penyembuhan semakin tinggi, tetapi jumlah masyarakat yang terpapar juga semakin tinggi. Jumlah angka terkonfirmasi positif covid-19 per 11 November 2020, mencapai 10.454 kasus.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam perkembangan terakhir walaupun zona berubah warna tapi yang masuk rumah sakit trenya semakin banyak. PSBB (pembatasan sosial berskala besar) masih kita lakukan dengan pelonggaran," katanya.
 
Wahidin mengimbau warga tetap menjalankan 3M. Yaitu menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker, dan menjadikannya sebuah kebiasaan.
 
Baca:Ada Kampung Aman Covid-19 di Bogor
 
"Kalau semua bekerja sama, sadar tentunya Banten akan melepaskan diri dari zona yang mengkhawatirkan menuju zona kuning dan hijau. Mari bersama-sama kita tetap memberlakukan tindakan sesuai protokol kesehatan," jelasnya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, mengatakan Pemerintah Provinsi Banten sejalan dengan harapan Pemerintah Pusat untuk bisa kembali ke zona hijau.
 
"Oleh karenanya untuk bisa mempercepat pemutusan rantai penularan covid-19 di Banten maka gubernur terus memperpanjang (PSBB). Itu sampai mungkin zona oranye atau juga zona hijau ketika berhenti PSBB," kata Ati.
 
Ati menuturkan, PSBB yang diterapkan di Banten bukan berupa lockdown atau karantina wilayah. PSBB tetap dilakukan dengan berbagai pelonggaran guna mendorong pemulihan sektor ekonomi dan kegiatan lainnya.
 
"Oleh karenanya pelonggaran itu terkait dengan sektor yang dibutuhkan dalam pemulihan ekonomi. Dilakukan tentunya dengan selalu memperketat protokol kesehatan yang ada," jelasnya.

 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif